Makkah, jurnal9.tv – Aksi solidaritas ditunjukkan seorang jemaah haji asal Ngawi, Jawa Timur, di tengah padatnya aktivitas jemaah usai pelaksanaan lempar jumrah di Mina, Kamis (28/5/2026). Jemaah bernama Samidin itu secara sukarela membuka jasa cukur rambut gratis bagi para jemaah yang akan menjalani tahalul.
Di area tenda jemaah Indonesia, Samidin tampak sibuk melayani antrean jemaah yang ingin mencukur rambut sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah haji. Dengan alat cukur elektrik yang dibawanya dari kampung halaman, ia melayani jemaah tanpa memungut biaya.
โGratis, dibayar dengan doa saja,โ ujar Samidin sambil melayani jemaah.
Samidin yang tergabung dalam Kloter SUB 23 sengaja membawa peralatan cukur pribadi untuk membantu sesama jemaah. Dalam sekali pengisian daya, alat cukurnya mampu digunakan untuk mencukur sekitar 10 hingga 15 orang.
Tak hanya melayani potong gundul, ia juga membantu jemaah yang menginginkan potongan rambut rapi. Semua dilakukan secara sukarela demi membantu kelancaran tahalul jemaah di tengah kepadatan Mina.
Untuk mengantisipasi baterai alat cukur habis, Samidin juga menyiapkan gunting manual sebagai cadangan. Ia bahkan membawa kain khusus untuk menutup tubuh jemaah agar potongan rambut tidak mengotori pakaian ihram.
Selain membantu jemaah, Samidin juga memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Seluruh rambut hasil cukuran langsung dibersihkan dan dibuang ke tempat sampah agar tidak mengganggu kenyamanan area tenda.
Ia sengaja memilih lokasi pencukuran di samping tenda, bukan di dekat kamar mandi, guna mencegah saluran air tersumbat akibat rambut.
โKemarin ada yang memotong di dekat kamar mandi. Ternyata banyak rambut yang menyumbat saluran sehingga membuat mampet,โ katanya.
Kecepatan Samidin dalam mencukur membuat jasanya diminati banyak jemaah. Antrean pun terus mengular karena banyak jemaah merasa terbantu dengan layanan sukarela tersebut.
Salah satu jemaah yang menggunakan jasa Samidin, Suharno, mengaku bersyukur dapat langsung menuntaskan tahalul dengan mudah dan praktis.
โSaya masih lempar jumrah lagi. Tapi tidak apa sekarang digundul biar langsung tuntas,โ ujar Suharno.
Aksi sederhana Samidin menjadi potret kebersamaan dan solidaritas antarjemaah haji Indonesia di Tanah Suci, terutama di tengah padatnya rangkaian ibadah selama di Mina.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




