Makkah, jurnal9.tv – Penguatan layanan kesehatan haji melalui operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah mulai menunjukkan hasil positif. Kemudahan izin operasional yang diberikan Pemerintah Arab Saudi dinilai berkontribusi besar terhadap penurunan angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, keberadaan KKHI hingga level sektor mempercepat penanganan medis terhadap jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, terutama menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurutnya, percepatan layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menekan angka fatalitas jemaah.

“Secara statistik penurunannya cukup signifikan. Tahun lalu pada periode yang sama jumlah jemaah wafat sudah mencapai sekitar 120 orang, sedangkan tahun ini sekitar 50 orang,” ujarnya usai melakukan visitasi ke KKHI Makkah.

Data layanan kesehatan mencatat hampir 10 ribu jemaah telah mendapatkan perawatan medis akibat kelelahan, dehidrasi hingga risiko serangan panas atau heatstroke.

Meski tren kematian menurun, pemerintah meminta seluruh jemaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji. Kemenhaj menyoroti tingginya kasus fatal yang justru terjadi pada kelompok usia produktif.

Dahnil mengungkapkan, mayoritas jemaah yang wafat bukan berasal dari kelompok lanjut usia, melainkan rentang usia 40–50 tahun karena terlalu memaksakan aktivitas ibadah.

Temuan tersebut mempertegas bahwa kelayakan berhaji tidak semata ditentukan usia, tetapi kondisi kesehatan dan kebugaran jemaah.

Dalam kunjungan itu, Wamenhaj juga mengapresiasi dedikasi sekitar 1.600 tenaga kesehatan dan dokter haji yang bertugas melayani jemaah Indonesia selama operasional haji berlangsung.

Petugas diminta menjaga stamina dan memperkuat pola pelayanan jemput bola untuk mengantisipasi lonjakan kasus kesehatan saat wukuf di Arafah dan mabit di Mina.

M. Hariri, Media Center Haji 2026