Makkah, jurnal9.tv – Amirulhaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi kesiapan tenda jemaah haji di Arafah, Kamis (21/5/2026). Dalam peninjauan tersebut ditemukan sejumlah catatan yang dinilai berpotensi mengganggu pelayanan jemaah saat puncak ibadah haji.
Salah satu temuan utama adalah ketidaksesuaian jumlah tempat tidur atau bed dengan kapasitas yang tercantum pada daftar di pintu masuk tenda. Dalam salah satu tenda, jumlah yang tercatat mencapai 360 orang, namun bed yang tersedia di dalam hanya sekitar 320 unit.
“Ini salah satu temuan dan saya khawatir ada temuan-temuan lain, yang mudah-mudahan tidak harus terjadi. Tapi satu persatu kita selesaikan,” kata Gus Irfan di Arafah, Makkah.
Menanggapi temuan itu, Gus Irfan meminta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heryawan untuk tetap berada di lokasi dan mengawal penyelesaian persoalan di lapangan.
Meski pihak syarikah menyampaikan adanya tenda cadangan, Menhaj menegaskan pengawasan langsung tetap diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi seperti pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.
Menurut Gus Irfan, pada musim haji sebelumnya juga ditemukan selisih kapasitas serupa sehingga menyebabkan sebagian jemaah tidak memperoleh tempat dan akhirnya mendapat tambahan tenda dari Pemerintah Arab Saudi.
“Mudah-mudahan nanti dalam lima hari kita bisa kejar semuanya yang kekurangan-kekurangannya,” ujarnya.
Selain memastikan kesesuaian jumlah bed dan kapasitas jemaah, tim Kementerian Haji dan Umrah juga akan melakukan penghitungan manual untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat saat fase wukuf.
Pemeriksaan serupa juga akan dilakukan di Mina. Menurut Gus Irfan, pengecekan di Mina menjadi penting karena jemaah akan tinggal lebih lama, yakni dua hingga tiga malam, sedangkan di Arafah hanya satu malam.
Selain tenda, Amirulhaj turut meninjau fasilitas toilet. Meski dinilai bersih dan lengkap, jumlahnya masih menjadi perhatian karena rasio saat ini sekitar satu toilet untuk 50 jemaah dan dinilai belum memenuhi standar teknis.
Menhaj berharap seluruh kekurangan dapat diselesaikan dalam lima hari ke depan sebelum pendorongan jemaah menuju Arafah pada 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




