Jeddah, jurnal9.tv – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai Presiden Prabowo Subianto layak mendapat gelar “Bapak Haji Indonesia” karena komitmennya dalam mendorong reformasi besar tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.
Dahnil menjelaskan, Presiden Prabowo berpesan agar seluruh jajaran kementerian melakukan perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga tahun ini dapat menjadi sejarah baru pengelolaan haji yang lebih baik.
“Pesan dari Presiden Prabowo sebelum saya berangkat, tahun ini harus menjadi sejarah baru pengelolaan dan tata kelola haji. Harus jauh lebih baik sebagai bukti kehadiran negara,” kata Dahnil di Bandara Jeddah, 18 Mei 2026.
Menurut Dahnil, bukti konkret komitmen politik Presiden adalah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah secara mandiri serta revitalisasi menyeluruh pada fungsi kelembagaan. Transformasi ini memungkinkan perubahan sistemik dari hulu ke hilir dalam pelayanan haji.
“Atas dorongan reformasi dan operasional dari Presiden, perubahan besar ini bisa dilakukan. Pak Prabowo pantas disebut Bapak Haji Indonesia,” pungkas Dahnil.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




