Makkah, jurnal9.tv – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina guna memperkuat layanan perlindungan dan pembinaan jemaah haji Indonesia saat fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tim ini diprioritaskan untuk memberikan pendampingan kepada jemaah lanjut usia (lansia), jemaah sakit, serta kelompok rentan yang diperkirakan menghadapi tantangan lebih besar saat mobilisasi massal di Mina.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan Timsus Mina diisi personel Perlindungan Jemaah (Linjam) berpengalaman yang telah bertugas minimal satu kali dalam operasional haji sebelumnya.

Menurut Harun, tim tersebut akan diberangkatkan pada malam 8 Zulhijjah langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah agar kondisi fisik petugas tetap optimal saat menyambut kedatangan jemaah.

“Dengan skema ini tenaga petugas tetap segar sehingga dapat langsung memberikan bantuan maksimal ketika jemaah tiba di Mina,” ujarnya usai meninjau jalur pergerakan jemaah dari Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5).

Tugas utama Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, hingga pemantauan arus pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqabah. Tim juga akan bersiaga mendampingi jemaah yang mengikuti skema murur atau melintas dari Arafah menuju Mina.

Menurut Harun, fase kedatangan jemaah di Mina menjadi periode krusial karena berpotensi menimbulkan kepadatan tinggi sekaligus kelelahan fisik akibat mobilisasi besar-besaran.

Mayoritas jemaah haji Indonesia sendiri akan ditempatkan di Zona 3 dan Zona 5 yang berada di sekitar Terowongan Muaisim. Penempatan tersebut terbagi dalam 61 markas atau maktab, mulai dari area bawah hingga wilayah atas.

Sementara itu, skema tanazul atau kepulangan langsung ke hotel setelah pelaksanaan lempar jumrah Aqabah direncanakan berada di Zona 5 dan saat ini masih difinalisasi sebelum diumumkan secara resmi.

PPIH juga mengingatkan jemaah yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat pelaksanaan lempar jumrah demi menjaga kelancaran arus pergerakan.

Jemaah yang melontar jumrah diprioritaskan menggunakan lantai tiga Jamarat. Setelah selesai, jemaah diminta mengikuti jalur petugas untuk kembali ke tenda melalui rute Terowongan Muaisim.

Jarak tempuh pulang-pergi dari tenda Mina menuju area Jamarat diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer. Karena itu, PPIH berharap kesiapan jalur dan dukungan Timsus Mina dapat memastikan puncak ibadah haji berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.

M. Hariri, Media Center Haji 2026