Sumenep, jurnal9.tv – Semangat membangun budaya literasi kembali tumbuh di lingkungan sekolah dasar. SDN Romben Barat I, Kecamatan Dungkek, resmi membuka Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional pada Rabu, 7 Mei 2026. Peresmian berlangsung hangat dengan melibatkan guru, siswa, wali murid, komite sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Program tersebut dibuka langsung oleh Kasi Kurikulum dan Asesmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Buhari. Hadir pula Kepala SDN Romben Barat I Rusliyanto, pendamping program Imam Dainuri, dewan guru, serta para orang tua siswa yang turut menyaksikan momentum penguatan budaya baca di sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, pendamping program Imam Dainuri menegaskan bahwa perpustakaan tidak boleh dipahami hanya sebagai ruang penyimpanan buku. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang tumbuh yang memberi pengalaman belajar menyenangkan bagi anak-anak.

“Perpustakaan adalah ruang yang mempertemukan anak-anak dengan pengetahuan, imajinasi, dan cita-cita mereka. Karena itu, lingkungan perpustakaan harus dibuat nyaman agar anak merasa senang datang dan membaca,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membiasakan membaca sejak usia dini. Kebiasaan membaca, menurutnya, akan membentuk cara berpikir anak menjadi lebih terbuka dan percaya diri dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Anak-anak yang akrab dengan buku biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan belajar yang lebih baik. Dari perpustakaan inilah masa depan mereka mulai dibangun,” tambahnya.

Kepala SDN Romben Barat I, Rusliyanto, menyampaikan rasa syukur karena sekolahnya menjadi salah satu lembaga yang mendapat kesempatan mengikuti program nasional tersebut. Ia berharap perpustakaan yang telah ditata lebih ramah anak dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan belajar siswa.

“Kami ingin perpustakaan ini bukan sekadar ruangan, tetapi menjadi tempat yang hidup, tempat anak-anak merasa aman, nyaman, dan betah belajar,” katanya.

Rusliyanto juga berharap pendampingan program terus berlanjut agar pengelolaan perpustakaan semakin berkembang dan mampu menumbuhkan budaya literasi secara berkelanjutan di sekolah.

“Kami masih membutuhkan arahan dan pendampingan agar perpustakaan ini terus aktif dan berkembang. Semoga ke depan budaya membaca semakin kuat di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Buhari dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional merupakan program yang cukup ketat dalam proses seleksinya. Tidak semua sekolah dapat lolos untuk mengikuti program tersebut.

“Di Kabupaten Sumenep ada ratusan sekolah yang diajukan, tetapi hanya sebagian yang berhasil lolos. SDN Romben Barat I patut bersyukur karena menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mengikuti program ini,” jelasnya.

Ia mengapresiasi komitmen sekolah dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih inklusif dan berpihak pada kebutuhan anak. Menurutnya, perpustakaan yang nyaman dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

“Semoga perpustakaan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan mampu melahirkan siswa-siswa yang gemar membaca, kreatif, dan berprestasi,” tuturnya.

Peresmian berlangsung penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat ketika memasuki ruang perpustakaan yang kini ditata lebih menarik, rapi, dan ramah bagi anak-anak. Kehadiran program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan SDN Romben Barat I.