Madinah, jurnal9.tv – Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Prince Mohammed Bin Abdul Aziz International Airport terus mengalir deras. Hingga Rabu (29/4) pagi waktu setempat, tercatat sebanyak 123 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan selamat di Madinah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga pukul 06.15 Waktu Arab Saudi (WAS), total jemaah yang telah tiba mencapai 47.737 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau sebanyak 10.196 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia).
Menurutnya, puncak arus kedatangan jemaah haji gelombang I diprediksi akan terjadi pada 6 Mei 2026.
“Sesuai jadwal, puncak kedatangan gelombang I diperkirakan pada 6 Mei dengan total 21 kloter yang tiba dalam satu hari. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian yang biasanya berkisar 18 hingga 19 kloter,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak Daker Bandara telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya dengan melakukan pemetaan data jemaah sejak awal, khususnya untuk mengetahui jumlah jemaah lansia dan pengguna kursi roda di setiap kloter.
Selain itu, petugas juga disiagakan di berbagai titik krusial seperti jalur fast track, Terminal Haji, area kedatangan internasional, hingga zero gate. Koordinasi antarpetugas pun diperkuat guna memastikan pelayanan tetap optimal, mengingat jarak antar titik layanan di bandara cukup berjauhan.
Tak hanya fokus pada kedatangan, Daker Bandara juga memastikan kelancaran mobilitas jemaah menuju pemondokan. Terkait kedatangan jemaah dari embarkasi Batam (BTH), sebanyak 440 jemaah dilaporkan tiba pada Selasa malam pukul 22.22 WAS dan telah diberangkatkan ke hotel tepat waktu.
“Sempat ada satu jemaah yang harus menjalani observasi kesehatan. Namun setelah mendapatkan penanganan, kondisinya membaik dan sudah kembali bergabung dengan rombongannya,” tambah Abdul Basir.
Memasuki 7 Mei 2026, operasional layanan haji akan memasuki fase transisi. Pada periode tersebut, kedatangan jemaah gelombang II akan mulai berlangsung melalui Bandara Jeddah, sementara gelombang I masih terus berdatangan di Madinah.
“Layanan akan terbagi antara Madinah dan Jeddah. Kami akan mengatur pembagian personel secara maksimal agar seluruh jemaah tetap terlayani dengan baik di kedua titik kedatangan,” pungkasnya.




