‎Sidoarjo, Jurnal9.tv – Sejumlah warga Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo. Mereka mengungkapkan kekecewaannya lantaran aliran air PDAM terhenti total selama kurang lebih satu bulan terakhir dan Bekas Proyek pemasangan pipa PDAM mengalami amblas hingga kerap memicu kecelakaan bagi para pengendara yang melintas.Kamis ( 16/4/2026 ).

‎Rumiah, seorang warga Sawotratap, mengungkapkan kekecewaannya lantaran aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo di rumahnya terhenti total selama kurang lebih satu bulan terakhir.

‎​Meski air tidak mengalir, Rumiah mengaku tetap berkomitmen untuk membayar tagihan bulanan. Sebagai pelanggan setia selama lebih dari 20 tahun, ia merasa bingung dan bertanya-tanya mengenai prosedur pembayaran di saat layanan tidak dapat dinikmati.

‎​”Sudah kurang lebih satu bulan (mati). Saya kurang tahu penyebabnya karena tidak menyaksikan langsung, tahu-tahu ya begitu (mati). Tapi saya tetap bayar, makanya saya tanya, apa saya harus tetap bayar? Kalau memang prosedurnya harus bayar ya tidak apa-apa bagi saya,” ujar Ibu Rumiah.

‎​Untuk menyiasati matinya aliran PDAM, Ibu Rumiah terpaksa mengeluarkan biaya ekstra dengan membeli air galon eceran. Air tersebut ia gunakan khusus untuk keperluan memasak dan mencuci piring, sementara untuk kebutuhan mandi ia harus mencari alternatif lain.

‎​Ia menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, tagihan bulanan PDAM di rumahnya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000. Nominal tersebut tergolong stabil karena penggunaannya yang hemat.

‎Sementara itu, ​Sunaryo, salah seorang warga RT 04 RW 02 Desa Sawotratap mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang tidak stabil ini sudah terjadi selama kurang lebih tiga hingga empat bulan terakhir. Menurutnya, kerusakan mulai muncul bahkan sebelum memasuki bulan Ramadan lalu.

‎​”Ini imbas dari galian PDAM di bawahnya, ada pemasangan pipa. Akhirnya banyak jalan yang berkali-kali amblas,” ujar Sunaryo.

‎​Ia menambahkan, kondisi jalan yang amblas tersebut sangat membahayakan, terutama bagi pengguna sepeda motor. Tak jarang, ada pengendara yang terperosok hingga terjatuh akibat gundukan atau lubang yang tidak rata di area bekas galian tersebut.

‎Menanggapi keluhan masyarakat terkait gangguan distribusi air dan rencana penyambungan baru, Direktur Utama PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T. siap menindaklanjuti
‎saluran air yang mati total di salah satu rumah warga, yang diduga akibat penyumbatan pada pipa distribusi.

‎​Selain kendala teknis, tercatat sekitar 200 warga telah menyatakan minatnya untuk melakukan penyambungan baru PDAM. Namun, proses tersebut masih menunggu kelengkapan administrasi dari pihak warga.

‎​”Kami masih menunggu pengumpulan data berupa fotokopi KTP dan nomor telepon dari para calon pelanggan. Setelah data terkumpul, kami akan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.

‎Terkait adanya bekas galian atau area yang ambles akibat pemasangan pipa induk berkapasitas besar beberapa waktu lalu, pihak PDAM Delta Tirta Sidoarjo berjanji akan segera melakukan perbaikan infrastruktur.

‎​”Pemasangan pipa besar ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan debit air di wilayah ini. Kami mohon maaf jika rekondisi jalannya belum sempurna, dan kami sudah meminta pihak penyedia jasa untuk segera merapikan kembali area tersebut,” pungkasnya.

‎​Menanggapi isu adanya biaya penyambungan yang mencapai Rp.6 juta di beberapa titik, pihak otoritas memberikan klarifikasi. Besarnya biaya tersebut biasanya dipengaruhi oleh ketiadaan jaringan pipa induk di area pemukiman tertentu, terutama di wilayah gang-gang sempit.

‎​”Semakin jauh dan dalam posisi rumah dari jaringan utama, biaya pengerjaannya memang bisa meningkat. Namun, ada opsi untuk menunggu program bantuan atau dana hibah dari pemerintah (APBN/APBD) agar biaya yang ditanggung masyarakat menjadi lebih ringan,” tambahnya.

‎Dalam keluhan warga tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo menyoroti tiga poin utama yang harus terus ditingkatkan oleh PDAM Delta Tirta guna memberikan kepuasan maksimal bagi pelanggan diantaranya ​Kualitas Pelayanan, ​Kestabilan Debit Air dan​Kemudahan Fasilitas.

‎​”Kami dari DPRD ingin memastikan tidak ada lagi sekat komunikasi. Dengan Pak Direktur turun langsung, persoalan di lapangan yang mungkin selama ini tidak sampai ke pimpinan bisa segera diselesaikan. Fokus kita adalah pelayanan bagus, air lancar, dan fasilitas yang memudahkan warga,” ujar Warih.

‎​Langkah proaktif ini diharapkan menjadi bahan evaluasi berkala bagi PDAM Delta Tirta Sidoarjo agar ke depannya mampu menjadi perusahaan daerah yang unggul dalam melayani kebutuhan air bersih warga Sidoarjo.( RK ).

Scroll Untuk Lanjut Membaca