Lamongan, jurnal9.tv – Stigma jadul bahwa lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) hanya bisa menjadi mudin atau imam masjid kini resmi patah. Buktinya, tiga alumni MAN 1 Lamongan sukses melenggang menjadi anggota DPRD Kabupaten Lamongan.
Kisah sukses ini dibagikan langsung dalam acara talkshow inspiratif memperingati Milad ke-46 MAN 1 Lamongan yang digelar di halaman madrasah, Jumat (29/5/2026).
Tiga legislator yang hadir membakar semangat para siswa adalah Wakil Ketua DPRD Lamongan Husen, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Tulus Santoso, dan anggota DPRD Lamongan H. Suherman. Kehadiran tiga tokoh politik daerah ini disambut antusias oleh ratusan siswa di Gedung SBSN MAN 1 Lamongan.
Sebagai perwakilan alumni, Wakil Ketua DPRD Lamongan Husen mengaku sempat gemetar (ndrededek) saat harus kembali ke sekolah sebagai narasumber utama. Ia pun memanfaatkan momen tersebut untuk bernostalgia mengenang masa-masa sekolahnya yang penuh cerita unik.
”Kalau diundang atas nama alumni, sakjane ngono yo ndrededek (sebenarnya ya gemetar). Ndredek niku karena belum bisa berbuat banyak,” seloroh Husen disambut tawa para guru dan siswa.
Husen secara terbuka menceritakan kisah jenakanya saat kerap melakukan kenakalan remaja khas anak sekolah hingga sering dihukum oleh gurunya di dalam kelas. Bahkan, ia mengenang bagaimana dirinya kerap diusir ke kamar mandi oleh guru bimbingannya akibat tingkah polahnya masa itu.
Meski penuh dengan memori kenakalan masa remaja, Husen menekankan bahwa gemblengan dan ketegasan para guru di madrasah justru terbukti mampu membentuk mental serta karakter kepemimpinan yang kuat bagi dirinya, Tulus, dan Suherman di masa depan. Ia menegaskan bahwa ikatan silaturahmi (seduluran) sesama alumni adalah kekuatan utama mereka.
Di akhir sesi, ketiga anggota dewan ini menegaskan komitmen bersama mereka untuk terus mengawal, mengawasi, dan mendukung kemajuan fasilitas pendidikan di MAN 1 Lamongan melalui jalur legislatif.
”Kami sudah sepakat, ke depannya nanti bersama kawan-kawan yang di dewan, Mbak Meta, Bu Ajeng, Pak Suherman, Pak Tulus, kami siap menjadi pagar-pagarnya MAN di luar sana,” pungkas Husen.
Sementara itu, di hadapan ratusan siswa, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Tulus Santoso blak-blakan soal pergeseran sudut pandang masyarakat terhadap sekolah berbasis agama.
Menurutnya, kualitas siswa madrasah saat ini sama sekali tidak kalah dengan sekolah umum.
”Ini kan kita sebagai alumni tentu berusaha memberikan semangat dan mensupport adik-adik di sini.
Dulu mindset orang tentang sekolah di MAN itu hanya menjadi mudin atau imam. Tapi sekarang perspektif itu sudah bergeser,” ujar Tulus di lokasi.
Tulus menegaskan, jebolan madrasah masa kini sudah terbukti mampu bersaing di berbagai posisi strategis. Mulai dari panggung politik, roda pemerintahan, dunia pendidikan, hingga ranah profesional lainnya.
Ia meminta para siswa untuk bangga karena madrasah memberikan paket lengkap: ilmu umum terlatih, serta karakter dan benteng agama yang kokoh.
”Kombinasi ilmu pengetahuan dan nilai religius ini adalah modal paling penting untuk menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Kehadiran tiga alumni yang sukses di kursi parlemen ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah, mengaku bangga melihat para alumninya kembali ke sekolah untuk menularkan energi positif.
”Alhamdulillah, kehadiran alumni yang sekarang sudah berhasil dan menjadi anggota DPRD Lamongan tentu memberikan semangat tersendiri bagi anak-anak,” kata Nur Endah.
Nur Endah berharap, lewat talkshow ini tidak ada lagi siswa yang merasa minder atau ragu dalam menatap masa depan mereka. Lulusan madrasah harus berani bermimpi tinggi.
”Semoga siswa makin termotivasi. MAN 1 Lamongan tidak hanya mencetak generasi unggul akademik, tapi juga berakhlak baik,” tuturnya.
Pantauan di lokasi, suasana talkshow berjalan sangat interaktif dan cair. Ratusan siswa tampak antusias melemparkan berbagai pertanyaan seputar tips dan trik, serta perjalanan karier Tulus dkk hingga bisa duduk di kursi wakil rakyat Lamongan.





