kolom

Indonesia Sajadahku

HEAD FB

fotoku dewe-2Diskursus relasi antara agama dan Negara (suku, kerajaan, suku dan sejenisnya) sudah berjalan sejak lama. Tidak hanya soal, bagaimana seharusnya ketundukan Negara kepada agama atau sebaliknya, atau soal apakah dipisah antara urusan agama dan Negara. Banyak hal menjadi bagian pembahasan di dalamnya. Setiap Negara/kerajaan pada akhirnya bisa menentukan relasi antara agama dan Negara, meski di kurun tertentu akan berbeda pada masa lainnya. Sebut saja, jika sebelumnya sebuah Negara menyatukan antara agama dan Negara dalam satu sistem politik dan ditandai adanya penggabungan pemegang kekuasaan (teokrasi), baik sebagai pemimpin agama dan Negara, maka di masa lainnya, dia memilih memisahkan (sekuler).

Nabi Muhammad SAW., ketika hijrah ke Yastrib melakukan upaya penataan masyarakat terlebih dahulu, meski sebelumnya diketahui adanya beberapa suku yang mendiami. Keragaman penduduk madinah, kemudian diikat dalam sebuah perjanjian Piagam Madinah yang menjamin adanya persaudaraan sebagai masyarakat Yastrib, menjamin kemerdekaan menjalankan agama masing-masing penduduk. Ini berarti, bahwa keterjaminan pelaksanaan agama dalam sebuah masyarakat menjadi hal penting yang diperjuangkan, sekaligus menjamin adanya kedamaian dan kerjasama di antara penduduknya (masyarakat).

Pemahaman terhadap hijrah Nabi ke Yastrib, yang kemudian disebut Madinah seperti ini dapat dijadikan cara pandang terhadap perjuangan para pendahulu bangsa Indonesia dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan. Kemerdekaan bangsa adalah prasyarat terbentuknya sebuah masyarakat, sebuah bangunan bangsa bernama Republik Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa dan pemeluk agama. Mereka harus dibangun persatuan dan kesatuannya, sehingga bisa menjamin semua penduduk dapat beribadah secara merdeka dengan tetap saling menjaga persaudaraan dan persatuan Indonesia.

Kini, usia Republik ini, Indonesia, sudah memasuki usia ke-71. Masa yang sudah bisa disebut usia tua, dalam ukuran hidup manusia, tetapi bisa dibilang muda dari ukuran hidup sebuah bangsa dan Negara. Sudah banyak pengalaman yang mengajarkan bahwa menjaga keberagaman dan keber-agama-an di Indonesia tidaklah mudah. Selalu saja ada konflik yang menjadi ujian-ujian atas kokohnya persatuan, serta ujian bagi kematangan masyarakat dalam beragama. Selain itu, pengaruh global tidak bisa dihindari dengan konsekuensi bawaan, berupa ideologi yang tidak semua bisa sejalan dengan spirit Pancasila sebagai dasar Republik Indonesia. Bahkan upaya untuk menggantinya, mengubah relasi antara agama dan Negara menjadi sebuah Negara teokrasi dengan madzhab tertentu. Ini tentu sangat berbahaya, baik bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga bagi perkembangan agama itu sendiri.

TV9 di bulan Agustus ini mengajak segenap komponen bangsa Indonesia untuk kembali kepada spirit yang sudah dijadikan landasan para pendahulu kita. KH Hasyim Asy’arie dan para kyai NU lainnya sudah memberi teladan bahwa Indonesia bukanlah Negara agama, tetapi sebagai tanah air yang harus dijaga, dan dibangun. Memandang Indonesia dengan spirit religiuisitas akan mengantarkan kepada kecintaan tanah air yang tepat. TV9 mengajak kepada seluruh masyarakat, memandang Indonesia sebagai sajadah, sebagai tempat beribadah. Indonesia Sajadhku sebagai tema dalam program siaran TV9. Indonesia adalah ladang beramal, sedangkan akhirat kelak adalah tempat memanen. Kita harus tetap menjaga agar Indonesia, di seluruh jengkal tanahnya adalah tempat untuk berkarya, membangun, sebagai tempat untuk nyaman beribadah kepada Allah SWT, tanpa ada rasa takut sedikitpun dari gangguan kefanatikan buta. Demikian pula, Indonesia bisa menjadi tempat beribadah bagi semua penduduknya yang beragam latar belakang agamanya, dengan damai, tenang, sehingga mampu memberikan yang terbaik buat Indonesia.

Tema Indonesia Sajadahku di TV9 terinspirasi dari puisi KH. Zawawi Imran, Si Clurit Emas berjudul Indonesia Tanah Sajadah. Berikut ini kutipannya:

….

Tanah air adalah sajadah
Siapa mencintainya
Jangan menciprati dengan darah
Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat dan permusuhan.
Tanah air indonesia
Adalah sajadah

#Indonesia Sajadhku

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top