HUBBUL WETON

Bulan Suro, di Jawa Ada Tradisi Mencuci Keris, Bagaimana di Mekah?

kakbah

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro (Muharram) mendapatkan tempat istimewa. Pada bulan ini, masyarakat mempunyai ragam kegiatan, misalnya ada yang membuat bubur Suro, ada yang berpuasa di tanggal 1, tirakat di tempat-tempat tertentu, mencuci keris dan sebagainya. Kebiasaan tersebut sudah berlangsung sejak lama hingga kini.

Seringkali, masyarakat mengidentikkan bulan Suro, adalah waktu mencuci keris. Ini menjadi hal yang populer. Banyak masyarakat yang memiliki keris, atau tosan aji dicuci di bulan ini. Berbagai alasan bisa diungkapkan. Misalnya ada yang berniat membersihkan kerak-kerak di keris, mempertahankan karakter keris dan sekaligus perawatan secara umum (soal ini anda bisa membaca pada artikel berikut:  Tahun Baru Hijriyah, Spiritnya adalah Hijrah. Bagaimana dengan Tahun Jawa?).

 Sementara, di Mekah, sudah beberapa tahun ini punya kebiasaan yang bisa dibilang unik terjadi di Bulan Suro. Apa itu? Mencuci Ka’bah. Kebiasaan mencuci ka’bah ini menurut beberapa data yang dapat kita gali terjadi sejak era zaman Nabi Muhammad. Soal jumlah dan waktunya tidak ada data yang memadai. Pada masa Raja Abdul Aziz, kebiasaan mencuci ka’bah dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun. Saat bulan Muharram dan Sya’ban.

Namun sejak tahun 2016, jadwal mencuci ka’bah sampai saat ini dilaksanakan setiap tanggal 15 Muharram/Suro, demikian catatan yang disampaikan oleh Lora Baba Naheel Bahaleem, warga Indonesia yang lama tinggal di Arab Saudi. Jadi setahun sekali. Insya Allah hari ini (Kamis, 3 September 2020) dilaksanakan tradisi pencucian ka’bah. Tujuan adanya kegiatan ini adalah membersihkan ka’bah, sehingga bisa memberi kenyamanan bagi para jama’ah yang datang ke sana melakukan ibadah. Bisa jadi pertimbangan memilih bulan Muharram, karena waktu yang longgar setelah pelaksanaan ibadah haji. Saat pelaksanaan haji, tentu banyak jama’ah dari seluruh dunia hadir. Yang jelas, bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Saat pencucian, ka’bah dijaga ketat, dibuat pagar betis, sehingga orang-orang yang melakukan ibadah di sekitar ka’bah tidak terganggu. Sebelum melakukan pencucian, dilakukan tawaf dan salat sunnah dua rakaat. Ritual pencucian Kabah dilakukan dengan cara menggosok dinding Kabah dengan kain yang sudah dibasahi wewangian dan air zam-zam. Saat kegiatan pencucian pejabat yang ditunjuk raja untuk melakukan pencucian, bisa mengajak para pejabat negara mitra Arab Saudi ikut prosesi tersebut. Hal ini pernah dialamai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Penulis: Sururi Arumbani

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top