‎Sidoarjo, Jurnal9.tv – Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) kembali menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus mempererat tali ukhuwah di antara seluruh keluarga besar YPM dan masyarakat sekitar.

‎Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 5.000 peserta yang terdiri dari jajaran dosen, guru, siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

‎Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sidoarjo,Ir.H.Ahmad Makki,MT. Menjelaskan bahwa 1 muharram tahun ini Ada yang berbeda pada perayaannya. YPM berkomitmen untuk membawa perubahan nyata terhadap lingkungan dengan mengusung tema “Revolusi Hijau Nusantara: Kreasi Tanpa Polusi”. Tema ini dipilih sebagai bentuk konsistensi dan kepedulian yayasan terhadap kelestarian alam sekitar.

‎”Ini merupakan sebuah bentuk dari rangkaian keistiqomahan kita untuk kepedulian lingkungan,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan bahwa kepedulian tersebut bukan hal baru bagi YPM, melainkan kelanjutan dari berbagai program lingkungan yang sudah berjalan secara konsisten, seperti:

‎*Gerakan Nyemplung Kali: Aksi nyata membersihkan area sungai.
‎*Hutan Wakaf: Program penghijauan jangka panjang.
‎*Lumbung Pangan: Edukasi kepada anak-anak mengenai ketahanan pangan.
‎*Pengurangan Plastik dan Kebersihan: Gerakan harian untuk meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan yayasan.

‎Gus Makki juga menekankan pentingnya manajemen sampah selama acara berlangsung. Alih-alih menyisakan tumpukan sampah di jalanan, YPM mengoptimalkan pengumpulan sampah plastik untuk kemudian dikonversi menjadi aksi sosial.

‎”Kita mengoptimalkan bagaimana dalam kegiatan ini kita mengurangi sampah yang berceceran di jalanan, bahkan kita bisa mengoptimalkan manfaatnya untuk kegiatan sosial. Sampah-sampah plastik yang terkumpul nanti akan kita manfaatkan, kita donasikan dalam bentuk dana yang akan disumbangkan ke beberapa panti asuhan,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan ini, YPM berharap perayaan hari besar Islam tidak hanya membawa berkah secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekologis yang positif bagi bumi Nusantara.

‎Sementara itu, Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo dr. Hidayatullah, Sp.N. menyampaikan bahwa seluruh jajaran manajemen universitas turut andil dan turun ke jalan untuk menyemarakkan acara ini.

‎​”Seluruh manajemen ikut. Mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, kaprodi, hingga direktur-direktur, semua ikut. Ada sekitar 54 orang. Ditambah para dosen dan tendik (tenaga kependidikan), totalnya hampir 100 orang yang berpartisipasi,” ujarnya.

‎​Pantauan di lokasi menunjukkan iring-iringan peserta karnaval tampil kompak dengan busana bernuansa hijau, selaras dengan tema lingkungan yang diangkat. Sedangkan Rektor Umaha sendiri tampil berwibawa mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon, dipadukan dengan jas bernuansa hijau tua.

‎Sementara itu, para wakil rektor dan jajaran manajemen lainnya mengenakan kostum kreasi yang unik namun tetap mempertahankan dominasi warna hijau.
‎​
‎​Ada dua poin utama yang ditekankan dalam karnaval bertema lingkungan ini. Pertama, pawai dilaksanakan sepenuhnya secara berjalan kaki tanpa melibatkan kendaraan bermotor untuk memastikan acara bebas dari polusi udara.​Kedua, gerakan zero plastic atau bebas plastik sekali pakai diterapkan secara ketat kepada seluruh peserta. Seluruh peserta yang ikut serta diwajibkan membawa botol minum sendiri (tumbler).

‎​”Pawai kali ini berharap, pertama, tidak ada polusi yang kita bawa sehingga tidak ada kendaraan bermotor di sini. Kemudian yang kedua, zero plastic. Jadi seluruh peserta tidak membawa kemasan-kemasan plastik, semua membawa tumbler sendiri-sendiri,” tegas Rektor.

‎Melalui kegiatan ini, YPM dan Umaha berharap perayaan hari besar Islam tidak hanya membawa berkah secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekologis yang positif bagi bumi Nusantara.

‎​”Ini memberi arti bahwa kita ingin acara kali ini berimplikasi dan bisa beramplifikasi buat masyarakat sekitarnya untuk lebih cinta pada lingkungan, dan membuat bumi kita semakin hijau,” pungkasnya.(RK).