features

Warna Berkaitan Erat dengan Kondisi Emosional dan Psikologis Anak

Surabaya, Jurnal9.tv – Warna pelangi yang dijadikan oleh kaum gay sebagai symbol kembali ramai diperbincangkan di lini masa, pasca viral aksi bungkam pemain timnas jerman terhadap larangan kampanye one love selama pertandingan piala dunia oleh FIFA.

Pelangi  menjadi perhatian netizen karena muncul kekhawatiran penggunaan barang berwarna pelangi, yang dikhawatirkan akan memunculkan asumsi pengguna warna tersebut adalah seorang gay. Padahal, penggunaan warna baik bagi tumbuh kembang anak.

Dalam artikel Orami.com disebutkan, tokoh psikiater Carl Jung (semasa hidupnya) sangat percaya kalau warna adalah bahasa alam bawah sadar. Dan dari berbagai hasil penelitian terkini terbukti kalau warna yang digunakan anak saat menggambar itu berkaitan erat dengan kondisi emosional dan psikologisnya.

Dalam studi yang dirilis National Institutes of Health dikatakan kalau pilihan warna yang digunakan anak untuk menggambar seseorang dapat menunjukkan penilaian positif atau negatifnya orang tersebut di mata anak. Setiap warna juga punya maknanya masing-masing lho.

  • Merah

Warna merah dinilai mewakili keberanian. Anak yang sering menggambar dengan warna merah memang cenderung penuh energi dan tidak bisa diam. Dia juga termasuk anak yang terbuka, mudah bergaul, dan gigih meraih tujuannya.

Tetapi, penggunaan warna merah bisa jadi bermakna berbeda, apabila, anak-anak yang biasanya tidak terlalu aktif (kalem), lalu mendadak suka menggunakan warna merah saat menggambar, berarti dia sedang mengalami stres atau merasa agresif.

  • Kuning

Penggunaan warna kuning saat menggambar dapat menunjukkan spontanitas, emosi positif, rasa ingin tahu, juga optimisme.

Namun makna ini berbeda ketika anak dominan menggunakan warna kuning. Artinya anak cenderung bermasalah menghadapi figur otoritas, seperti guru atau polisi.

  • Hijau

Anak yang menggunakan warna hijau saat menggambar cenderung optimis dan berpikiran baik, namun cenderung malas dan sedikit pemalu atau tertutup.

Tapi bila yang sering digunakan adalah warna hijau gelap, itu bisa jadi tanda anak merasa kurang diperhatikan dan dicintai.

  • Biru

Warna yang paling sering digunakan oleh anak yang kalem atau pemalu ini menjadi tanda kalau buah hati senang dengan kebebasan dan kreativitasnya sedang berkembang.

Anak yang sering menggunakan warna biru saat menggambar juga bisa mengendalikan diri dengan baik di usianya yang masih muda. Namun, beberapa anak yang sering menggunakan warna biru juga dikatakan masih sering ngompol di malam hari.

  • Putih

Walau jarang dipakai menggambar, anak yang sering menggunakan warna putih umumnya memiliki kematangan emosional yang baik, suka berpikir, dan lebih suka menghabiskan waktu sendiri.

  • Hitam

Tidak selamanya makna psikologis di balik warna hitam itu negatif lho. Kalau anak menarik garis dengan tegas dengan warna hitam saat menggambar, maka itu bisa menjadi tanda dia memiliki kepercayaan diri dan penilaian diri yang baik.

Tapi warna hitam dalam gambar yang terlihat sangat tebal dan dominan bisa menandakan anak sedang merasa depresi, cemas, atau emosi negatif lainnya.

  • Cokelat

Hasil gambar yang dominan dengan warna cokelat menandakan anak memiliki karakter bertanggung jawab, rajin, dan tidak sembarangan dalam bertindak.

Tapi menggunakan warna cokelat berlebihan bisa menjadi tanda kalau Si Kecil sedang merasa kewalahan dengan aktivitas hariannya yang padat.

  • Oranye

Seringnya menggunakan warna oranye saat menggambar menandakan anak punya sikap spontan dan sering berganti minat. Mereka juga cenderung suka berpetualang dan sedang punya mood positif.

  • Pink

Bukan cuma anak perempuan yang boleh menggunakan warna pink. Selain mewakili karakter anak yang lembut dan rapuh, menggambar dengan warna pink juga menandakan anak sedang butuh perhatian dan kasih sayang.

Menebak makna psikologis di balik warna baru bisa dilakukan kalau anak menggunakan warna sama selama dua minggu ya, Moms. Untuk analisis yang lebih akurat tentu yang paling baik adalah berkonsultasi dengan psikolog.



BERITA POPULER

To Top