Muktamar NU

Buka Muktamar ke-34 NU, Jokowi Apresiasi Peran Ulama Tenangkan Masyarakat Selama Pandemi

KLIK6533

Lampung, Jurnal9.tv- Muktamar ke-34 NU Resmi dibuka oleh Presiden dan Wakil Presiden RI dengan menabuh rebana. Kehadiran presiden dalam pembukaan Muktamar itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran NU menjaga stabilitas bangsa dan Negara.

Nahdlatul Ulama telah membantu pemerintah dalam menenangkan masyarakat dalam masa pandemi ini. Presiden RI Joko Widodo berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang juga telah mengajak masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan dan mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong ikut dalam program vaksinasi.

“Saya rasakan betul betapa ajakan para Kiai, ajakan para ulama betul-betul berdampak pada meningkatnya keinginan masyarakat untuk ikut vaksinasi pada awal-awal program vaksinasi. Begitu keluar yang namanya vaksin astrazeneca banyak daerah yang tidak mau mengambil, padahal saat itu stok yang banyak adalah astrazeneca. Tetapi begitu saat itu ada telephone dari para Kiai dari Jawa Timur, pak presiden silahkan semuanya vaksin dikirim ke Jawa Timur kami terima. besoknya saya ke Jawa Timur. Betul berkumpul dan benar-benar semuanya mau menerima vaksin itu. setelah itu semua daerah satu-persatu mau mau, mau, mau. Inilah pengaruh para ulama, Kyai dalam mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi.”

Dalam pembukaan Muktamar ke-34 NU, Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya. Di bulan Juli, pada pertengahan Juli , Indonesia berada pada posisi keadaan yang sangat mencekam, ngeri. Semua rumah sakit di Jawa dan Bali penuh, oksigen kurang, obat habis, kasus harian saat itu mencapai 56.000, sehingga Rumah Sakit Tidak mencukupi untuk merawat pasien covid 19. Bahkan banyak pasien harus dirawat di lorong-lorong rumah sakit.

Berkat dukungan dari NU kasusnya Covid 19 hanya 216 kasus per hari di seluruh tanah air. jika Indonesia memiliki 514 kabupaten kota sementara kasusnya hanya 216 artinya di setiap kota dan kabupaten itu hanya ada setengah kasus Covid 19. Sementara vaksinasi sampai hari ini  Pemerintah telah menyuntikkan 263 juta vaksin kepada masyarakat.

“Bapak bisa membayangkan menyuntikkan kepada 263 juta kali suntikan itu sebuah pekerjaan yang sangat rumit sangat kompleks. Belum membawa vaksinnya ke tempat-tempat yang sangat sulit di atas gunung, ke pulau-pulau kecil dengan membawa perahu, dengan naik sepeda motor membawa box untuk pendingin vaksin. Alhamdulillah kita sudah mencapai 263 juta dosis pertama 73,9% dosis kedua 51,8%. Kita harapkan segera bisa mencapai 70% untuk mengejar agar covid ini tidak menyebar ke mana-mana lagi.” Jelas Joko Widodo.

Jokowi juga menjelaskan bahwa perlindungan terhadap anak-anak agar tidak tertular covid 19 juga sudah mulai dilakukan. Anak-Anak Usia 6 hingga 11 tahun sudah bisa mendapatkan Vaksin Covid 19. Vaksinasi ini sudah dilaksanakan di beberapa kabupaten-kota.

Presiden Jokowi  mengapresiasi penerapan prokes yang ketat dengan pendampingan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU ini. Ia berharap para peserta dapat kembali dengan sehat. “Saya mengapresiasi protokol kesehatan didampingi satgas. Insyaallah kita kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat,” ujar presiden kelahiran Surakarta pada 21 Juni 1961 itu.

Ia juga berterima kasih kepada NU yang terus senantiasa mengawal kebangsaan, toleransi, kemajemukan, Pancasila, UUD 1945, kebinekaan, NKRI. “Dan kita harapkan dengan itu, kita terus bisa menjaga dan merawat bangsa dan negara yang kita cintai,” harapnya.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Presiden 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla, Jajaran Menteri Kabinet, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Abdul Muhaimin Iskandar. Hadir pula para rais dan katib syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para ketua dan sekretaris tanfidziyah PBNU, dan perwakilan peserta Muktamar.

Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi di NU. Selama 2-3 hari forum ini akan membahas hal-hal strategis terkait persoalan kebangsaan dan keumatan, menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah dan masyarakat secara umum, serta menetapkan pemimpin baru untuk masa khidmah berikutnya.(snm)

 

Comments


BERITA POPULER

To Top