HUBBUL WETON

Huda, Semoga Kelak Mewijil Kader Penerusmu

Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. Demikian sabda Allah swt di dalam Al Qur’an. Demikian pula yang tadi siang (Jum’at, 8 April 2022), sahabat, saudara dan rekan kerja di TV9, M Said Hudaini telah merasakannya, dipanggil Allah swt menghadapNya. Umurnya masih lebih muda daripada saya, namun wawasan jurnalismenya melebihi apa yang saya punya. Jangan tanya soal semangatnya, seperti anak-anak muda lainnya, penuh visi yang kuat akan masa depan jurnalisme yang dikembangkan TV9, jurnalisme maslahat.

Beberapa tahun terakhir dia sering mengajak diskusi dengan saya, temanya, tema tua. Ya perbincangan soal kehidupan, kematian dan lika-likunya. Dia rajin sekali ziarah ke Sunan Ampel sebagai tradisi barunya. Sebuah pilihan rekreasi spiritual. Dia punya jadwal khusus untuk itu dengan beberapa teman. Masih muda tetapi sudah mau menempuh jalan lelaku orang tua, ziarah dan belajar filsafat hidup. Mau merasakan susahnya melakoni hidup. Bagi saya ini adalah jalan yang ditempuh oleh para Salik (pencari Tuhan).

Kepergiannya di hari Jum’at dan di bulan Ramadhan buat saya adalah, pertanda bahwa dia adalah orang baik. Melihat jejak lakunya selama ini dan dipungkasi di bulan suci dan hari agung, bagi saya penegasan dari Allah bahwa jalan yang selama ini dia tempuh sampai pada ujung yang baik (khusnul khotimah). Saya yaki itu, seyakin-yakinnya.

Ada kebiasan unik darinya, yaitu suka lupa korek. Sebelum menderita sakit, Huda adalah perokok. Namun dia suka lupa tidak bawa korek. Tapi dia juga lupa sering bawa korek teman yang dipinjam untuk menyulut rokok. Jadi pernah saya tengok di ruangnya, alamak ternyata banyak korek terkumpul. Syukurlah kebiasan itu berhenti semenjak dia sakit.

Ah, banyak kenangan yang masih tersimpan dalam memori ini. Maunya saya tulis semua. Tapi biarlah jadi kenangan dan pelajaran buat saya. Semoga saja nanti kita bisa ngopi bareng. Tapi gak usah nanya, “bawa korek”?

Damailah dalam perjalanan pulangmu, menembang megatruh, dan kelak bisa mewijilkan kader-kader penerusmu, kader jurnalisme maslahat.

Selamat jalan kawan. Doaku menyertaimu.

Penulis: Sururi Arumbani

Comments


BERITA POPULER

To Top