Parlemen

Anggota Komisi VII DPR RI Bersama Kementerian ESDM dan PLN Salurkan Program BPBL bagi 551 RT Tak Mampu di Lamongan

Lamongan,Jurnal9.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN menyalurkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi keluarga tak mampu. Proram ini dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan percepatan pemerataan listrik.

Peresmian sekaligus penyalaan pertama terhadap penerima manfaat program BPBL Tahun Anggaran 2022 di Provinsi Jawa Timur bertempat di Desa Sambopinggir, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Minggu (13/11/2022).

Dalam kesempatan ini, Dyah Roro mengungkapkan, secara nasional program BPBL ini menyasar sebanyak 80 ribu rumah tangga (RT) miskin yang belum berlistrik.

“Program BPBL ini tindak lanjut dari Hasil Raker Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI yang menyetujui alokasi APBN 2022 bagi 80 ribu RT yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan daya 450 VA,” ujar Dyah Roro.

Pihaknya berharap, program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Dengan begitu, pemerataan ketersediaan listrik bagi masyarakat tidak mampu bisa semakin meningkat, utamanya di Kabupaten Lamongan.

“Kami yakin program tahun 2022 ini dapat selesai dan bisa segera dirasakan manfaatnya. Semoga akan terus berlanjut pada tahun 2023 dengan jumlah sasaran yang lebih banyak,” tuturnya.

Pada. Kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengaku, bahwa program BPBL ini adalah bukti nyata dari hadirnya pemerintah dan DPR RI yang terus berkolaborasi dalam meningkatkan taraf hidup bagi keluarga tidak mampu.

“Pada tahun 2023 nanti, program ini akan dilanjutkan dan sasarannya akan meningkat dari 80 ribu penerima ke 83 ribu penerima untuk rumah tangga tak mampu yang belum berlistrik,” kata Darmawan.

Secara rinci, Darmawan menjelaskan, sebaran penerima BPBL di Provinsi Jawa Timur berjumlah 18.022 rumah tangga. Sementara di Kabupaten Lamongan ada 551 rumah tangga penerima, yang tersebar di 27 kecamatan.

Hingga kini, sambung Darmawan, di Lamongan progresnya sudah mencapai 263 rumah penerima bantuan yang listriknya sudah menyala. Selain instalasi listrik, dalam program ini juga dilakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi SLO, penyambungan ke PLN biaya penyambungan, serta token listrik.

“Instalasi listrik bagi penerima bantuan ini berupa instalasi fitting lampu, lampu LED, saklar ganda, saklar tunggal, kotak kontak, MCB + Box, kabel sirkit utama, kabel sirkit akhir, dan pembumian. Para penerima bantuan juga mendapat voucher token listrik,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Sekretaris Direktorat Jendral Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Sekretaris Perusahaan PT PLN (Persero).

Serta Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PT. PLN (Persero), Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero), General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Jawa Timur dan Direktur Utama PT Indonesia Comnets Plus (ICON+).



BERITA POPULER

To Top