NU-PESANTREN

Haul Kiai Hamid Dihadiri Gus Baha’, Panitia Siapkan Siaran Televisi dan Live Streaming

B60B3ECA-EA7B-423F-B20A-2F55C801D2E2

PASURUAN, JURNAL9.tv – Haul ke-39 Waliyullah Almaghfurlah KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar, Pasuruan digelar Senin, 9 Rabiul Awwal 1442 atau 26 Oktober 2020. Majelis haul akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan sejumlah pembatasan. KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha akan hadir memberikan ceramah. Selain Gus Baha, Wakil Presiden RI KH Makruf Amin dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) akan berceramah secara daring.

Majelis Maulid Alhabsyi yang biasa digelar Subuh sebelum hari haul, akan diajukan sehari, pada Ahad (25/10/2020) bakda salat Subuh di musala pesantren.

KH Idris Hamid, atas nama keluarga dan pengasuh Pesantren Salafiyah, yang juga Ketua Panitia Haul menegaskan, untuk mencegah kerumunan, panitia hanya akan menghadirkan undangan khusus dari kalangan keluarga. Para jamaah dan masyarakat luas disediakan siaran langsung TV9 Nusantara dan live streaming. Panitia juga menyediakan sejumlah spot di wilayah kota dan Kabupaten Pasuruan.

“Para alumni, santri, wali santri, masyarakat umum, muhibbin Kiai Hamid dapat pula mengikuti haul dari kediaman masing-masing atau bersama-sama, melalui siaran televisi 9 atau live streaming yang kami sediakan,” tambah Kiai Idris.

Untuk memecah konsentrasi massa, panitia telah menyiapkan 5 spot lokasi dengan fasilitas layar lebar dan pengeras suara. Antara lain Masjid Agung Al Anwar, pusat kota Pasuruan, Masjid Gus Dur Kraton (depan kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan) di barat kota, Masjid Al Baka Rejoso dan Masjid Pesantren Lecari di Timur kota, serta Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan di Warungdowo untuk jamaah dari selatan kota.

“Akan ada sejumlah masjid di kota Pasuruan yang juga menyediakan layar lebar untuk jamaah,” lanjut Kiai Idris Hamid.

Sebagaimana diketahui, Haul Kiai Hamid digelar pada 9 Rabiul Awwal setiap tahunnya. Di tanggal itu, 49 tahun lalu, Kiai karismatik itu wafat, bertepatan dengan 25 Desember 1982 dalam usia 67 Tahun. Kiai Hamid lahir di Lasem, Rembang Jawa Tengah pada 1915 dari pasangan Kiai Abdullah bin Umar dan Ibu Nyai Roichanah binti Kiai Shiddiq.

Sejak menikah dengan Nyai Nafisah binti KH Ahmad Qusyairi Shiddiq, putri pamannya dari ibu, Kiai Hamid tinggal di Pasuruan dan selanjutnya mengasuh pesantren dan membina ilmu dan spiritualitas masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Teladan Ilmu, akhlak, wira’i, istiqamah dan tasawuf yang mendalam ditambah mukasyafah (keterbukaan hati) menjadikan Kiai Hamid sebagai sosok guru, panutan dan inspirasi masyarakat. Namanya dikenal hingga ke luar Pasuruan bahkan ke Nusantara. Haul Kiai Hamid pun menjadi tumpuan masyarakat untuk mengenang dan mengunggah kembali inspirasi dan teladan kewalian beliau. Maka setiap tahun haul ini selalu dibanjiri hingga ratusan ribu jamaah dari berbagai wilayah di Nusantara.

Tahun ini, di masa pandemi ini, Kiai Idris mengimbau semua pihak bisa memahami situasi dan saling menjaga. Tetap bisa tabarrukan kirim doa, yasin dan tahlil serta menyimak pengajian haul melalui siaran televisi dan streaming yang disediakan panitia.

Sehari sebelum pelaksanaan haul, akan digelar pertemuan dan halaqah alumni. Acaranya juga dilaksanakan secara terbatas di PP Bayt Al Hikmah Pasuruan. Tema yang diangkat dalam acara ini adalah Ziarah Wali dan Tradisi Islam di Nusantara dengan pembicara Dr. Badruddin, penulis buku dan KH Ng Agus Sunyoto, Ketua Lesbumi PBNU. (hkm/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top