Muktamar NU

Gagasan Gus Yahya Cholil Staquf, Menghidupkan Kembali Gusdur

gagasan gus yahya

Jurnal9.tv- Muktamar NU adalah perhelatan akbar yang akan memilih calon Ketua Umum PBNU. Dalam Muktamar NU di lampung, Muncul dua nama tokoh internasional sebagai Calon Ketum PBNU, Yaitu KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.

Kh Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya sangat mengagumi sang ayah, sehingga menjadikan ayahnya sebagai Role Model. Sejak SMP gus yahya terobsesi oleh Pesantren, karena beliau memang lahir dan tumbuh di pesantren. tetapi menghadapi dunia ia melihat perubahan-perubahan. Pesantren Rembang itu Pesantren yang sepenuhnya tradisional 100% , tidak ada lembaga-lembaga yang formal. tetapi di krapyak ia bertemu dengan lingkungan yang sangat terbuka cenderung kosmopolit. arus perubahan masyarakat begitu deras. dari situlah ia memiliki pemikiran tentang bagaimana dengan nasib pesantren di masa depan. Gus Yahya juga dikenal sosok yang menggerakkan kemanusiaan dan kelompok-kelompok.

Transformasi mindset dan mentalitas gus yahya semakin terbentuk ketika sosok Gus Dur itu muncul menjadi tokoh public dan menawarkan banyak wacana.  Gus yahya menyadari bahwa Islam walaupun dalam keadaan yang mungkin kita persepsikan sebagai keadaan atau posisi yang belum beruntung atau posisi yang masih di bawah dominasi kelompok lain.

Contoh sederhananya, di Indonesia orang Islam banyak yang miskin, yang kaya banyak yang non Islam.  Gus Dur mengajarkan agar daripada kita melawan untuk menghancurkan yang lain, Lebih baik kita berkontribusi untuk menyempurnakan itu. ini menjadi arus besar dari gerakan dan semangat Gus Dur. Semangat intelektualnya, keulamaannya, kemanusiaannya, gerakannya, yang perlu kita hidupkan kembali. karena entah berapa ratus tahun lagi bisa ketemu dengan sosok seperti Gus Dur. Hal ini disampaikan Gus Yahya dalam dialog Kopi dan Peci.

Nahdlatul Ulama sebagai konstruksi organisasi belum banyak yang berubah sejak tahun 52 sampai saat ini. Bahkan sampai sekarang konstruksinya itu masih konstruksi partai politik. Gus Yahya menegaskan NU bukan partai politik, tapi konstruksinya masih partai politik dan organisasi-organisasinya itu desain partai politik.

Di berbagai tingkatan orang berpikir tentang pemilihan pengurus yang dicari biasanya tokoH yang punya punya pengaruh luas atau punya sumber daya, dan banyak simpul politik. Misalnya yang dipikirkan adalah bagaimana kita bisa ikut mengambil bagian dari sumber daya negara atau pemerintah untuk NU. Ini semua adalah naluri partai politik dan konstruksi partai politik. dalam banyak hal, pemikiran seperti ini menghasilkan disfungsi.

Kedepannya NU bisa bergerak lebih lebih Solid lebih tangguh, lincah dan kuat. Sekarang yang penting itu bukan visi misi gus yahya, tetapi apa yang ingin dicapai gus yahya?

Gus Yahya menyampaikan NU yang menjadi payung besar dari organisasi- organisasi keagamaan harusnya jadi tidak bentrok dengan organisasi lain. (snm)

Comments


BERITA POPULER

To Top