Garut, jurnal9.tv -Sebagai upaya dalam menumbuhkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, dengan melibatkan murid sebagai bagian dari solusi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus bergerak menyosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman kepada seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Kali ini, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama ratusan murid di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendeklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman, Kamis (8/1).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pendidikan nasional bertujuan untuk membangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Garut, Kamis (8/1).

Untuk menjadi tiga generasi tersebut, Menteri Mu’ti mengungkapkan bahwa para murid harus memulai hari dari sebuah pembiasaan dan budaya yang baik. Salah satunya yaitu dengan melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial masyarakat.

“Dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia,” ucap Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Kemendikdasmen yang hadir di Garut untuk menyosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman. Dalam sambutannya, Putri menyebut bahwa gerakan ini merupakan program baik untuk mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan tanpa perundungan, khususnya satuan pendidikan di Garut.

“Kalian adalah calon generasi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh untuk bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti,” terang Putri.

Terkait membangun budaya sekolah aman dan nyaman, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, mengajak seluruh murid SMPN 1 Tarogong Kaler untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua dengan rukun bersama teman serta menghormati orang tua dan guru. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan bahwa penting adanya nilai kolaboratif yang dibangun mulai dari kepala sekolah, guru, murid, dan seluruh warga satuan pendidikan.

“Gerakan ini merupakan salah satu dari empat pesan Presiden Prabowo Subianto, antara lain yaitu belajar dengan baik, cintai ayah ibu, hormati guru, dan rukun dengan teman. Kita haris saling menjaga untuk saling bermain, saling berkembang, dan tumbuh menjadi generasi Indonesia Hebat,” tutur Rusprita.

Dalam kesempatan itu, seluruh peserta acara turut mendeklarasikan ikrar Gerakan Rukun Sama Teman. Salah satu murid SMPN 1 Tarogong Kaler, Rifki Aidil Adha, menilai acara sosialisasi ini sangat seru dan menarik. Baginya, implementasi Kebiasaan Anak Indonesia Hebat memberikan dampak positif dalam pembelajaran dan menjadi modal utama membangun hubungan baik sesama murid.

“Puji syukur dapat mengikuti acara ini, bertemu dan mendengarkan pesan baik dari pak menteri. Gerakan Rukun Teman sangat baik untuk menjadi sebuah motivasi membangun sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar,” kata Aidil, yang juga merupakan Wakil Ketua OSIS SMPN 1 Tarogong Kaler.

Senada dengan Aidil, rasa bangga lainnya juga diungkapkan oleh Regina Calsabila. Menurutnya, acara ini meninggalkan kesan baik untuk dirinya bersama rekan-rekannya di sekolah.

“Sebagai siswa saya senang dapat berpartisipasi dalam acara ini. Pesan dari acara ini sangat baik untuk mengajak kami sebagai murid rukun sama teman dan membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk belajar,” tutup Regina.

Sebagai penutup acara, Menteri Mu’ti bersama Wakil Bupati Garut menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian 31 SMP di wilayah Kabupaten Garut hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Menteri Mu’ti berharap melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman, serta mendukung Gerakan Rukun Sama Teman. Terakhir, agenda ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Hari Baru menatap pelaksanaan awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.