Surabaya, jurnal9.tv – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, menerima penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dari Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kiprahnya di organisasi Nahdlatul Ulama (NU), politik, dan pelayanan masyarakat.

Politisi yang akrab disapa Kaji Reza itu menerima trofi dan album apresiasi dari FJN di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (30/10/2026). Ia mengaku terkejut karena tidak mengetahui sebelumnya bahwa namanya masuk dalam daftar penerima penghargaan.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh FJN. Kami tidak menyangka mendapat penghargaan ini karena prosesnya langsung diumumkan tanpa konfirmasi sebelumnya,” kata Kaji Reza.

Menurut dia, proses penjaringan yang dilakukan secara independen menunjukkan bahwa FJN memberikan perhatian terhadap rekam jejak dan kontribusi kader muda Nahdliyin di ruang publik.

Kaji Reza sendiri memiliki perjalanan organisasi yang dimulai dari sejumlah badan otonom NU. Ia pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Pengalaman berorganisasi tersebut, kata dia, membentuk kepedulian sosial yang kemudian dibawanya ketika terjun ke dunia politik melalui PKB.

“Jiwa sosial itu yang hari ini kami kembangkan di jalur politik melalui PKB,” ujarnya.

PKB Sidoarjo Jalankan Program Jumat Aspirasi

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, DPC PKB Sidoarjo secara rutin menjalankan program “Jumat Aspirasi”. Program tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan, dan persoalan yang dihadapi.

Kaji Reza mengatakan aspirasi masyarakat datang hampir setiap hari. Karena itu, pihaknya berupaya menjadikan kegiatan politik tidak hanya berorientasi pada aktivitas kelembagaan, tetapi juga merespons kebutuhan warga secara langsung.

“Hampir tiap hari selalu ada aspirasi dari masyarakat. Jiwa sosial itu yang hari ini kami kembangkan di jalur politik melalui PKB,” katanya.

Ia berharap penghargaan dari FJN menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian. Apresiasi tersebut juga diharapkan mendorong kader muda NU lainnya agar berlomba-lomba melakukan kebaikan atau fastabiqul khairat.

Memasuki abad kedua perjalanan NU, Kaji Reza mengajak generasi muda Nahdliyin untuk mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Menurut dia, kader muda NU perlu menunjukkan keteladanan serta menghadirkan kontribusi dan solusi bagi persoalan umat, bangsa, dan negara.

Ia juga berpesan agar generasi muda tidak ragu membawa identitas ke-NU-an dalam berbagai bidang pengabdian.

FJN Berikan Apresiasi kepada 22 Tokoh Muda Nahdliyin

Sementara itu, Ketua Umum FJN Muhamad Didi Rosadi menjelaskan, penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif merupakan agenda tahunan organisasi yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Santri.

Pada 2026, FJN memberikan apresiasi kepada 22 tokoh muda Nahdliyin dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari politisi, pengusaha, kepala daerah, hingga aktivis organisasi NU.

Didi mengatakan proses penentuan penerima dilakukan melalui penyaringan internal. Para tokoh yang dinilai memenuhi kriteria kemudian ditetapkan sebelum diumumkan pada momentum Hari Santri.

“Bahkan sama-sama di Ansor, tidak ada komunikasi sebelumnya. Prosesnya lewat penyaringan ketat, lalu ditetapkan, baru diumumkan saat Hari Santri. Setelah itu baru kami lakukan komunikasi,” terang Didi.

Melalui penghargaan tersebut, FJN berharap kiprah para tokoh muda Nahdliyin dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus berkontribusi melalui berbagai bidang profesi dan pengabdian masyarakat.