Surabaya, jurnal9.tv – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin menerima apresiasi sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dari Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN). Apresiasi tersebut diberikan kepada 22 tokoh muda Nahdliyin dari berbagai bidang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, menjelaskan bahwa para penerima apresiasi berasal dari kalangan Nahdliyin yang berkiprah di berbagai bidang. “Semuanya dari kalangan NU dan masuk kategori pemuda. Mereka ini adalah wajah NU di Abad ke-2,” ujar Didi dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026). Apresiasi ini merupakan agenda tahunan FJN yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh.
Mohammad Ghofirin menjadi salah satu tokoh yang menerima apresiasi atas kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Sebagai Ketua BAZNAS Jatim, beliau mengemban tanggung jawab untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, apresiasi ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagi saya, pengabdian bukan tentang penghargaan, melainkan bagaimana kehadiran kita bisa memberikan dampak nyata bagi umat,” ujar Mohammad Ghofirin.
BAZNAS Jatim berkomitmen melanjutkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan profesional agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS Jatim berupaya membantu mustahik meningkatkan kesejahteraan, membangun kemandirian ekonomi, serta membuka peluang bagi mereka untuk bertransformasi menjadi muzakki.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sembilan program prioritas Nawa Pradana periode 2026 – 2031, yakni BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, BAZNAS Jatim Sinergi, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, dan BAZNAS Jatim Tangguh. Berlandaskan semangat “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat”, program-program tersebut diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, hingga advokasi dan dakwah.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat pentingnya melanjutkan semangat perjuangan dan pengabdian para santri dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Apresiasi yang diterima Mohammad Ghofirin diharapkan semakin memperkuat semangat khidmah tersebut, sekaligus mendorong pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



