Surabaya, jurnal9.tv – Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kota Surabaya menggelar workshop pencarian referensi kitab digital guna memperkuat kapasitas para kiai muda dan peserta bahtsul masail dalam mengakses sumber-sumber keilmuan Islam secara cepat dan akurat.

Kegiatan ini bertujuan mempercepat proses pencarian referensi kitab kuning di tengah pelaksanaan bahtsul masail yang membutuhkan ketepatan dalam pengambilan rujukan hukum dan pendapat ulama. Melalui workshop tersebut, peserta dibekali keterampilan memanfaatkan berbagai aplikasi perpustakaan digital yang berisi ribuan kitab turats dari berbagai disiplin ilmu keislaman.

Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan dengan sejumlah platform digital populer, seperti Maktabah Syamilah, Turots, hingga Darul Ifta Al-Mishriyah. Para peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai teknik pencarian referensi, penggunaan kata kunci, hingga metode verifikasi sumber agar hasil pencarian lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

LBM NU Surabaya menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan penting di era saat ini. Meski demikian, penggunaan aplikasi kitab digital tetap harus diimbangi dengan pemahaman metodologi keilmuan pesantren agar proses istinbath dan pengambilan hukum tetap sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Melalui workshop ini, diharapkan para kiai muda dan kader pesantren mampu memadukan khazanah keilmuan klasik dengan perkembangan teknologi digital, sehingga proses bahtsul masail dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan tetap berlandaskan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.