Sidoarjo, Jurnal9.tv — Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kembali menggelar Pawai Ta’aruf pada Senin (15/6/2026).
Berbeda dari perayaan keagamaan pada umumnya, agenda tahunan kali ini membawa misi khusus, yakni edukasi peduli lingkungan.
Pawai yang diikuti oleh ratusan santri tersebut mengambil titik start di Balai Desa Jumputrejo dan berakhir di Masjid Sabilussalam, Dusun Jumputwetan. Rute sepanjang kurang lebih 800 meter itu dipadati oleh para peserta yang dilepas langsung oleh jajaran PRNU, Camat Sukodono, perwakilan DPRD Kabupaten Sidoarjo, serta Pj Kepala Desa Jumputrejo.
Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1 Muharram PRNU Jumputrejo, Muhammad Winarto, S.H.I., menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Kebersihan Sebagian dari Iman”. Langkah tersebut sengaja diambil sebagai upaya konkret menanamkan kesadaran menjaga alam kepada generasi muda.
”Kami ingin mengedukasi para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Jumputrejo agar senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, terutama di tempat mereka menuntut ilmu. Kita gerakkan dari lingkup terkecil agar bersih dari sampah yang berserakan,” ujar Winarto.
Winarto menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi pada pelaksanaan tahun kelima ini. Pawai Ta’aruf tersebut diikuti oleh perwakilan dari 18 TPQ di seluruh kawasan Jumputrejo dengan total peserta mencapai 800 santri.
Sulap Sampah Plastik Jadi Barang Estetik
Hal yang paling mencuri perhatian dalam iring-iringan pawai adalah pemanfaatan barang bekas. Melalui tangan-tangan kreatif para santri, limbah yang biasanya menumpuk disulap menjadi perlengkapan pawai yang unik dan bernilai estetika.
Beberapa inovasi daur ulang yang dipamerkan di antaranya:
*Payung hias yang dirakit dari limbah plastik penutup botol dan kresek.
*Tas belanja dan tas sekolah modis yang memanfaatkan kantong plastik atau kemasan produk bekas.
*Aneka kerajinan tangan edukatif lainnya sebagai atribut pawai.
Langkah ini pun mendapat apresiasi luas karena dinilai mendukung program pemerintah daerah dalam menekan volume sampah dari tingkat rumah tangga.
Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para santri dan panitia. Menurutnya, kegiatan ini memiliki dimensi manfaat yang luas, baik secara sosial maupun edukatif.
”Selain bertema kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaraan dan persatuan, serta menjadi bentuk kreativitas dan inovasi anak-anak TPQ kita yang luar biasa,” kata Zakaria Dimas.
Ia berharap semangat inovasi peduli lingkungan ini tidak berhenti sebagai pemanis momentum pawai 1 Muharram saja, melainkan diadopsi menjadi kebiasaan sehari-hari.
”Harapannya kepada anak-anak, ya, kegiatan inovasi ini terus bisa dipertahankan, dikembangkan, dan tidak hanya pada kegiatan pawai hari ini saja. Mungkin bisa menjadi rutinitas pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” pungkasnya.(RK).


