Madinah, jurnal9.tv – Kota Madinah tidak hanya menjadi tujuan ibadah dan ziarah bagi jutaan umat Islam, tetapi juga menyimpan berbagai situs bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan hidup Rasulullah SAW. Salah satu di antaranya adalah Sumur Ghars, sumur kuno yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Sumur yang terletak di Madinah ini diyakini pertama kali digali oleh Malik bin Nahhat, ayah dari sahabat Nabi, Sa’ad bin Khaitsamah. Sejak masa Rasulullah SAW, sumur tersebut dikenal sebagai sumber air yang sering digunakan oleh beliau untuk berwudhu dan minum.

Mutowif Madinah, Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan bahwa Sumur Ghars memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan wasiat kepada Ali bin Abi Thalib agar jasad beliau dimandikan menggunakan air dari sumur tersebut ketika wafat.

“Wahai Ali, apabila aku meninggal dunia, maka mandikanlah jasadku dengan air dari sumurku, yaitu Sumur Ghars,” ujar Ibrohim saat menjelaskan salah satu riwayat yang berkaitan dengan sumur bersejarah tersebut.

Selain itu, Sumur Ghars juga dikaitkan dengan riwayat mimpi Rasulullah SAW yang menyebut keberadaan sebuah sumur yang merupakan bagian dari sumur-sumur di surga. Riwayat tersebut menambah nilai spiritual dan daya tarik Sumur Ghars bagi umat Islam yang berkunjung ke Madinah.

Meski memiliki sejarah yang kuat, Ibrohim menegaskan bahwa secara syariat tidak terdapat anjuran khusus untuk mengunjungi Sumur Ghars. Dalam tuntunan fikih, tempat yang secara khusus dianjurkan untuk diziarahi di Madinah adalah Masjid Nabawi, Masjid Quba, Makam Baqi, dan Makam Syuhada Uhud.

Namun demikian, Sumur Ghars tetap menjadi salah satu tujuan yang banyak dikunjungi jemaah haji, termasuk dari Indonesia. Kunjungan tersebut lebih dimaknai sebagai sarana edukasi sejarah dan upaya menelusuri jejak kehidupan Rasulullah SAW selama berada di Madinah.

Dengan mengunjungi Sumur Ghars, para jemaah berharap dapat memperdalam pemahaman tentang sejarah Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui peninggalan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan beliau.

M. Hariri, Media Center Haji 2026