Jeddah, jurnal9.tv – Menteri Haji (Menhaj) memberikan apresiasi kepada media arus utama yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Peran media dinilai tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, petugas, dan jemaah haji Indonesia.
Menurut Menhaj, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan serta perkembangan layanan haji, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan puncak ibadah di Tanah Suci.
“Media arus utama telah menjalankan fungsi strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Dukungan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama menyukseskan penyelenggaraan haji 2026,” ujarnya.
Menhaj menambahkan, di tengah derasnya arus informasi di ruang digital, kehadiran media profesional menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan media perlu terus diperkuat demi menjaga kualitas layanan dan kenyamanan jemaah.
Sepanjang operasional haji 2026, berbagai media nasional dan daerah turut mengawal pelaksanaan haji melalui liputan langsung dari embarkasi, Arab Saudi, hingga proses pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pemberitaan tersebut dinilai turut membantu mempercepat penyebaran informasi penting sekaligus menangkal hoaks yang berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Menhaj berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan haji di masa mendatang. Dengan dukungan media yang kredibel, berbagai inovasi dan perbaikan layanan haji diharapkan dapat diketahui publik secara luas serta memberikan manfaat bagi jemaah Indonesia.



