Makkah, jurnal9.tv – Kementerian Haji dan Umrah RI mulai menyiapkan sejumlah perubahan strategis untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membentuk Daerah Kerja Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Daker Armuzna) yang secara khusus menangani pelayanan jemaah pada fase puncak haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan petugas yang tergabung dalam Daker Armuzna nantinya hanya bertugas selama operasional di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berlangsung. Dengan demikian, mereka tidak lagi dibebani tugas lain di sektor maupun daerah kerja lainnya.
Menurut Dahnil, skema baru tersebut disiapkan agar petugas dapat lebih fokus dan memiliki kondisi fisik yang lebih prima saat menghadapi fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selama ini, petugas yang menangani Armuzna umumnya telah bertugas sejak awal operasional haji sehingga harus menjalani masa kerja yang panjang.
Saat ini struktur PPIH Arab Saudi terdiri atas tiga daerah kerja utama, yakni Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah. Ketika memasuki puncak haji, personel dari berbagai daerah kerja tersebut digabungkan dalam Satuan Operasi Armuzna yang membawahi Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, dan Satgas Mina.
Pada musim haji 2026, PPIH Arab Saudi juga membentuk Tim Khusus Mina yang diterjunkan lebih awal untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan layanan jemaah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah dalam merancang struktur baru yang dinilai lebih efektif untuk musim haji mendatang.
Selain pembentukan Daker Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah juga tengah menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas haji. Seluruh petugas yang akan bertugas pada musim haji 2027 direncanakan wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
Pemerintah berharap kombinasi antara penguatan kapasitas petugas dan pembentukan Daker Armuzna dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi lapangan, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




