Makkah, jurnal9.tv – Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) resmi dinyatakan tuntas. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan bergeser kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas,” ujar Dahnil Anzar saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jemaah di Mina, Sabtu (30/5).

Dahnil menegaskan, per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), kawasan perkemahan jemaah Indonesia dipastikan sudah kosong. Tidak ada lagi jemaah yang tertinggal di dalam tenda-tenda di Mina.

“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” katanya.

Secara umum, Dahnil mengklaim fase Armuzna tahun ini berjalan dengan baik. Bahkan, ia menyebut ada lompatan besar dan perubahan tata kelola yang cukup mencolok dalam operasional haji kali ini.

“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” tuturnya.

Meski mengklaim ada kemajuan, Dahnil tidak menampik adanya riak-riak di lapangan. Pihaknya mengaku mengantongi sejumlah catatan merah yang bakal menjadi bahan evaluasi total di internal Kementerian Haji dan Umrah, mulai dari urusan tenda hingga skema transportasi.

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ungkap Dahnil.

Dahnil pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jemaah haji asal Indonesia jika ada pelayanan yang dirasa mengecewakan selama di Armuzna.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” ucapnya ksatria.

Di sisi lain, ia melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketertiban jemaah serta kerja keras para petugas yang tak kenal lelah di bawah terik matahari Mina.

“Sekali lagi, terima kasih untuk jemaah-jemaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” sebut Dahnil.

Dahnil mengingatkan bahwa ujian berikutnya sudah menanti, yakni fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Ia mewanti-wanti para petugas hotel untuk tetap siaga dan gerak cepat.

“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Dahnil melemparkan imbauan penting kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta jemaah agar tidak egois dan memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berat pasca-Armuzna.

“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkas Dahnil.

M. Hariri, Media Center Haji 2026