‎​Sidoarjo, jurnal9.tv – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar acara pembekalan bagi ratusan calon kepala desa (Cakades) yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2026. Kegiatan ini dibuka Bupati Sidoarjo,H.Subandi.S,H,M.Kn. dengan dihadiri forkopimda, Kepala dinas PMD, Probo Agus, Asisten pemkab Sidoarjo,OPD, Camat dan Ratusan Calon Kepala desa (Cakades) di pendopo delta wibawa. Kamis (7/5/2026).

‎​Berdasarkan laporan, Pilkades tahun ini diikuti oleh 230  Cakades dari 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
‎‎
‎Bupati Sidoarjo,H.Subandi,S.H,M.Kn. mengarahkan kepada para calon Kepala Desa menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada 24 Mei mendatang.Ia  menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan menghindari praktik politik uang atau biaya politik yang berlebihan.

‎​Bupati Subandi juga menyoroti perbandingan yang tidak logis antara biaya kampanye yang besar dengan gaji resmi seorang Kepala Desa. Menurutnya, biaya politik yang terlalu tinggi hanya akan membuka pintu bagi praktik korupsi di masa jabatan.

‎​”Gaji Lurah itu hanya sekitar Rp5,5 juta. Kalau habisnya untuk pencalonan sampai Rp300 juta atau Rp500 juta, tentu tidak akan menutup. Jika sudah tidak menutup, ujung-ujungnya bisa lari ke korupsi dan bermasalah dengan hukum,” tegas Subandi.

‎​Ia berharap para calon kades mulai berhitung secara rasional agar setelah terpilih nanti, mereka dapat fokus membangun desa tanpa terbebani utang atau keinginan untuk mengembalikan modal kampanye.

‎​Selain masalah biaya politik, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda (Kapolresta, Dandim, dan PMD) juga telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan konflik tinggi.

‎​”Kami sudah mapping daerah mana saja yang tensinya biasanya tinggi. Koordinasi terus dilakukan untuk pendampingan dan pengamanan ekstra di wilayah-wilayah tersebut,” tambahnya.
‎​
‎​Di akhir keterangannya, Subandi menitipkan pesan kepada para tim sukses masing-masing calon. Ia meminta agar semua pihak menjaga stabilitas politik di tingkat desa.

‎​”Jangan sampai antar tim sukses terjadi konflik yang memicu kegaduhan. Kedewasaan berpolitik sangat diperlukan agar Pilkades 24 Mei nanti berjalan aman, lancar, dan bermartabat,” tutupnya.(RK)