​Lamongan, jurnal9.tv – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di LP Ma’arif NU Dadapan berlangsung khidmat. Lebih dari sekadar seremoni pengibaran bendera, momentum ini menjadi ajang penguatan jati diri bagi seluruh tenaga pendidik di bawah naungan lembaga tersebut.

​Ketua PB3MNU Dadapan, Drs. H. Moh. Sutikno, yang bertindak sebagai pembina upacara, menekankan pentingnya mengimplementasikan kembali trilogi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara di era modern: Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

​Menurutnya, semboyan tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan instruksi kerja nyata. Guru harus menjadi teladan akhlak, membangkitkan inovasi siswa, serta memberikan dorongan moral agar peserta didik mampu mandiri sesuai bakat alaminya.

​”Seluruh elemen di lembaga ini harus menyatu dalam napas pendidikan. Kita tidak hanya mengajar, kita sedang membangun peradaban di atas tanah wakaf ini,” tegas Sutikno dalam amanatnya, Sabtu (2/5/2026).

​Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di Maqbaroh Mbah H. Irsyad. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang telah mewakafkan lahannya untuk pusat pendidikan di Desa Dadapan.

​Ziarah dan tabur bunga tersebut dimaknai sebagai komitmen civitas akademika untuk terus merawat amanah lahan wakaf dengan prestasi. Dengan integrasi nilai kebangsaan dan tradisi religius Nahdlatul Ulama, LP Ma’arif NU Dadapan diharapkan terus mencetak generasi unggul yang berkarakter.