Makkah, jurnal9.tv – Otoritas Daerah Kerja (Daker) Makkah menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut kedatangan kloter perdana jemaah haji Indonesia dari Madinah. Sebanyak 12 kelompok terbang dijadwalkan tiba dan langsung menempati akomodasi di Sektor 7 wilayah Misfalah.

Untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi, panitia menerapkan pengawasan ketat terhadap penyedia katering. Salah satu dapur yang telah melalui proses inspeksi adalah Dapur Ahlazat, yang memiliki kapasitas produksi hingga 6.150 porsi dalam satu kali memasak.

Kapasitas besar tersebut disiapkan untuk mendukung distribusi makanan jemaah sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam. Pemerintah memastikan seluruh jemaah akan mendapatkan konsumsi yang cukup dan tepat waktu setibanya di Kota Suci.

Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa bahan pangan di Arab Saudi sudah tersedia lengkap, sehingga jemaah tidak perlu membawa bahan makanan dari Tanah Air.

“Bahan pokok seperti beras sudah tersedia di sini, bahkan sudah dalam kondisi siap saji,” ujarnya.

Selain ketersediaan, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama. Menu yang disajikan tidak hanya bercita rasa nusantara, tetapi juga telah melalui perhitungan gizi yang sesuai standar kebutuhan jemaah.

Setiap proses memasak pun wajib melalui tahapan uji kualitas. Pihak dapur diharuskan mengirimkan sampel makanan ke kantor Daker untuk diperiksa sebelum didistribusikan kepada jemaah.

“Setiap masakan akan diuji kualitas dan rasanya terlebih dahulu sebelum dibagikan,” kata Ihsan.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim konsumsi PPIH Arab Saudi sebagai langkah preventif untuk memastikan makanan aman, layak konsumsi, dan terhindar dari risiko keracunan.

Dengan sistem pengawasan berlapis ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

Jemaah pun diimbau untuk fokus menjaga kondisi fisik dan tidak lagi direpotkan dengan membawa logistik makanan dari Indonesia, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

M. Hariri – Media Center Haji, Daker Bandara