Sidoarjo, jurnal9.tv – Fenomena krisis moralitas di kalangan pelajar menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk organisasi pelajar IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon. Gejala ini terlihat dari mulai memudarnya sikap saling menghargai, empati, hingga tanggung jawab sosial di lingkungan generasi muda.
Kondisi tersebut dinilai tidak muncul secara tiba-tiba. Pengaruh lingkungan, pergaulan, serta penggunaan media sosial yang kurang bijak menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas karakter pelajar. Jika tidak segera ditangani, situasi ini dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap kehidupan sosial generasi muda di masa mendatang.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, IPNU–IPPNU Jabon menggelar kegiatan Kumpul Asik lan Diskusi (KUASAI) dengan mengusung tema “Membentuk Kesadaran Kolektif Pelajar di Tengah Krisis Moralitas”. Kegiatan ini menghadirkan H. Sirojul Chakim, M.Pd., selaku pembina IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Sirojul menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar. Menurutnya, kesadaran kolektif merupakan upaya bersama untuk menjaga nilai, norma, serta perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kesadaran tersebut tidak hanya tumbuh dari individu, tetapi juga harus didukung oleh interaksi sosial yang sehat dan lingkungan yang kondusif.
Ia juga menyoroti dampak krisis moralitas dalam lingkup organisasi pelajar, seperti menurunnya komitmen anggota, lemahnya rasa tanggung jawab, hingga berkurangnya kepedulian antar sesama. Oleh karena itu, organisasi pelajar dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter.
Melalui organisasi, nilai-nilai etika, budaya, serta sikap tanggung jawab dapat ditanamkan secara berkelanjutan. IPNU–IPPNU Jabon pun mendorong penguatan komunikasi antaranggota, pelaksanaan evaluasi rutin, serta keteladanan dari para pemimpin organisasi sebagai langkah konkret dalam membangun karakter pelajar.
Dengan berbagai upaya tersebut, organisasi pelajar diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan semata, tetapi juga mampu berperan sebagai ruang pembinaan generasi muda yang berintegritas, memiliki solidaritas tinggi, serta kepedulian sosial yang kuat.




