Madinah, jurnal9.tv – Persiapan menyambut tamu Allah di Tanah Suci memasuki fase krusial. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini tengah melakukan finalisasi jelang mendaratnya kloter pertama yang dijadwalkan menyentuh aspal Bandara Jeddah pada 22 April mendatang.
Kepala Staf Teknis Haji sekaligus Wakil Ketua PPIH Arab Saudi, Budi Agung N., memastikan bahwa seluruh lini, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, sudah dalam posisi siap tempur.
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah disebar ke Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara untuk memastikan transisi jemaah berjalan mulus.
Tahun ini, embarkasi Jakarta-Garuda (JKG) kembali masuk dalam skema fast track. Dampaknya, proses imigrasi di bandara akan berlangsung sangat cepat.
Budi menjelaskan bahwa jemaah kloter pertama JKG dijadwalkan mendarat di Jeddah pukul 00.45 waktu setempat.
“Karena skema fast track, di bandara kami hanya menyambut sekilas. Sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Daker Madinah. Rencananya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Konsul Jenderal (Konjen) akan turun langsung menyambut kedatangan perdana ini.
Selanjutnya, satu hal yang menjadi perhatian serius tahun ini adalah ketertiban pergerakan jemaah dari bandara menuju bus. PPIH bekerja sama dengan Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait untuk mengatur alur pergerakan jemaah.
“Kami mengatur pergeseran dari bandara ke bus dilakukan per regu dan per rombongan. Tujuannya, agar saat masuk bus hingga pembagian kamar hotel, jemaah tetap dalam ikatan kelompoknya. Ini kunci ketertiban,” tegas Budi.
Untuk urusan bagasi, syarikah SBS telah disiagakan guna memastikan barang bawaan jemaah aman hingga tujuan.
Diketahui, berdasarkan estimasi waktu, jemaah kloter pertama membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari bandara menuju hotel di Madinah. Jika mendarat pukul 00.45, mereka diprediksi tiba di penginapan pada pukul 06.50 pagi.
Budi memastikan tidak ada proses transit, sebab jemaah langsung diarahkan ke hotel yang telah dikontrak di wilayah Madinah. Selama di Kota Nabi, jemaah akan tinggal selama 8 hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain.
Selama periode tersebut, aspek konsumsi menjadi jaminan utama.
“Jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi maksimal sebanyak 27 kali selama di Madinah. Setelah hari kesembilan, barulah mereka akan digeser menuju Makkah untuk persiapan puncak haji,” pungkasnya.
DETAIL PERJALANAN KLOTER PERDANA (JKG):
Waktu Mendarat: 00.45 (Bandara Jeddah)
Estimasi Tiba di Hotel: 06.50 (Madinah)
Syarikah Layanan: Duyuf Al-Bait
Durasi di Madinah: 8–9 Hari
Jatah Konsumsi: Maksimal 27 kali




