Makkah, jurnal9.tv – Lantunan shalawat klasik Thalaal Badru ‘Alaina mengalun syahdu menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia di Gulf Suites Hotel 1, kawasan Syisyah, Jumat malam (1/5/2026).

Shalawat yang memiliki nilai historis sejak masa hijrah Nabi Muhammad SAW itu dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Saleh Abkar, seorang seniman asal Arab Saudi, bersama dua pemuda yang mengiringinya secara sederhana tanpa alat musik.

Suasana hangat langsung terasa saat jemaah dari Kloter 4 Embarkasi Solo tiba setelah menempuh perjalanan darat sekitar enam jam dari Madinah. Satu per satu jemaah turun dari bus, disambut petugas haji dan pihak syarikah dengan suguhan air zamzam serta rangkaian penyambutan yang penuh perhatian.

Gapura berhias nuansa merah putih menjadi pintu masuk simbolis, sementara setiap jemaah menerima suvenir berupa tasbih, kipas, kurma, Al-Qur’an, air minum, hingga hidangan ringan.

Di tengah suasana itu, suara Saleh terus mengalun, menyapa para tamu Allah dengan syair pujian. Setiap kali bus baru tiba, ia kembali berdiri dan melantunkan shalawat, menciptakan ritme penyambutan yang sederhana namun menyentuh.

Saleh diketahui merupakan pengajar seni dan musik di Fariq Al-Jasis. Ia telah menekuni dunia vokal sejak usia 17 tahun dan kini aktif membimbing generasi muda. Setiap musim haji, kemampuannya kerap menjadi daya tarik tersendiri hingga diundang oleh berbagai hotel dan syarikah, termasuk Maktab Masyariq Rakeen.

Dalam sehari, ia bisa menerima dua hingga tiga undangan tampil dengan bayaran yang bervariasi, tergantung durasi dan skala acara. Para jemaah yang disambutnya pun berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Turki, Bangladesh, hingga Nigeria.

Momen menarik terjadi saat salah satu petugas haji Indonesia, Asep Badruddin, turut bergabung. Keduanya sempat berduet melantunkan syair religi, termasuk bait dari Maulid Al-Barzanji, menambah hangat suasana malam itu.

Dalam perbincangan singkat, Saleh menyampaikan kesan positifnya terhadap jemaah Indonesia.

“Bagaimana bilang Indonesia tidak baik? Indonesia itu baik,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Melalui sentuhan seni dan kehangatan sambutan, momen kedatangan jemaah di Makkah tak sekadar menjadi proses transit, tetapi juga pengalaman spiritual yang membekas.

M. Hariri – Media Center Haji 2026, Daker Bandara