NU-PESANTREN

Menyongsong Abad ke-2, NU Miliki Tantangan Mengelola Generasi Milenial

IPNU ON

Surabaya, Jurnal9.tv-Mempersiapkan pemimpin generasi milenial menjadi poin penting bagi pemerintah dan juga Nahdlatul Ulama. NU ditantang untuk mampu mengelola potensi besar generasi milenial maupun generasi Z dan Alpha. NU yang memang dari lahir dan berkembang telah menempatkan diri sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pengembang islam ahlussunnah wal jama’ah dihadapkan pada kondisi tantangan yang semakin berat dan kompleks.

Generasi milenial usianya memang sangat produktif dan sangat potensial untuk mencapai masa depan. Setiap generasi pasti memiliki kelebihan masing-masing. “Salah satu kelebihan dari generasi milenial adalah mereka memiliki respon yang sangat cepat dalam banyak hal. Ketika ciri khas tersebut tidak dimiliki oleh generasi NU, maka ia sudah kehilangan era atau masanya.” Ujar Direktur PTKI Dirjen Pendis Kementerian Agama, Prof Suyitno, M.Ag.
NU sangat punya kaidah, modal intelektual, kekayaan ideologis yang bisa menjadi modal yang luar biasa untuk generasi yang terus berkembang. Setiap generasi memiliki wadah yang sangat relevan, dan memiliki peluang yang sama untuk berkembang, melakukan beberapa inovasi dan beberapa upaya progresif untuk kepentingan generasinya tanpa saling menegasikan tapi justru saling melengkapi. Menurut Prof Suyitno, M.Ag., wadah ini sangat relevan untuk jadikan instrumen melakukan pengembangan diri.

Yang paling bisa berperang di masa depan yaitu orang-orang yang bisa menerima kenyataan hidup, berdampingan dengan orang lain, dan bangsa lain dengan berbagai keragaman lainnya. Orang-orang seperti itulah yang akan diterima di banyak tempat, dan banyak kesempatan. Oleh karena itu, NU melalui IPNU dan beberapa organisasi harus siap untuk bersaing kapan pun, dan di mana pun. Untuk menghadapi berbagai tantangan, milenial NU harus memastikan kaderisasi, membangun komitmen yang kuat, moderasi beragama, dan juga membangun soft skill. Hidup di zaman next generation tantangannya tidak selalu linier, dan akan lebih kompleks. Berpikir liar saja tidak cukup, bekerja biasa-biasa saja, dan bekerja hanya mengandalkan ijazah saja tidak cukup.

“Kelebihan generasi milenual dengan generasi milenial yaitu secara terstruktur kita dibina dan dijaga. Gerakan kita tidak dimiliki oleh semua generasi milenial. Karenanya saya mengajak generasi milenial untuk bersama-sama berkomitmen menjaga NKRI di dalam konteks milenual.” Ujar Prof Suyitno, M.Ag .

Menurut Fakhrul Irfan Syah, Ketua IPNU Jatim, untuk menghadapi tantangan ideologi yang paling mendasar di ranah domestik organisasi IPNU yaitu melakukan pengembangan melalui organisasi dan kaderisasi. Kaderisasi dalam kepemimpinan berdasarkan minat dan bakat kepelatihan yang kiranya menjadi pondasi utama dari IPNU untuk membentuk kader-kader yang matang.

Di IPNU Jawa Timur ada berapa program unggulan di antaranya SAS (Student Accelaration Space), program tersebut digunakan sebagai bagaimana IPNU mengakselerasi kemampuan dari pelajar-pelajar. Program SAS ini dapat diikuti oleh semua kader IPNU yang sudah melakukan kaderisasi di tingkatan yang paling awal.
“IPNU merupakan garda terdepan generasi muda NU. Dalam rangka mengelola Generasi Milenial, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama memiliki Panca Hikmat yang orientasinya adalah untuk mengelola milenial. Panca Hikmat terdiri dari 5 program unggulan di antaranya konsolidasi organisasi, penguatan berita, pengembangan inovasi, ketahanan informasi , dan pemantapan ideologi pancasila.” Ujar Mufaihul Hazin Sekretaris Umum IPNU Pusat.

Menurut Farih, 4 Skill yang harus dimiliki oleh generasi milenial antara lain komunikasi, kreatifitas, berpikir kritis, dan berkolaborasi. Sedangkan menurut Fakhrul Irfan Syah, Ketua IPNU Jatim, ada 3 pondasi yang harus dimiliki oleh generasi milenial, yaitu aspek spiritual, aspek konektivitas, dan aspek kreativitas. Tiga pondasi ini adalah hal yang sangat mendasar bagaimana nanti generasi milenial bisa menyiapkan sumber daya manusia di bidangnya masing-masing. (uwh/snm)

Comments


BERITA POPULER

To Top