NU-PESANTREN

Perang Antar Negara Akan Terus Ada, Ridwan Kamil Dakwah Melalui Kekuasaan

Tasikmalaya, Jurnal9.tv- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PBNU dan pengukuhan lembaga/badan khusus di pondok pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan sejumlah kajian yang perlu direspon oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2022-2027.

Ada sejumlah isu stategis yang harus direspon PBNU dalam menjalankan program-programnya.  pertama, persoalan trend global warming. Cuaca semakin susah diprediksi. Kedua, disrupsi digital. Dulu digitalisasi menjadi sebuah pilihan, namun saat ini jadi paksaan. Ketiga, berbagai persoalan kesehatan seperti covid-19. Keempat, persoalan geopolitik internasional yang dinilai akan menguat dan tiongkok digadang menjadi kekuatan baru dan cukup besar.

Kang Kamil juga mengungkapkan dalam kajian megatrend tahun 2027 bahwa perang antar negara akan terus ada. Untuk itu kita patut bersyukur dengan toleransi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu Ridwan Kamil juga memaparkan program-program dakwah melalui kekuasaan yang dilakoninya.

“Dakwah Terbesar adalah melalui kekuasaan. Kami ada program satu desa satu hafidz quran. Dari 5300 desa, sudah 4700 desa punya penghafal Al Quran. Dan itu kami titipkan di JQHNU. Kami juga para pengurus di Jawa Barat sudah melahirkan 2700 bisnis di pesantren-pesantren yang 80 persennya adalah pesantren NU di Jawa Barat. Termasuk isnpirasi khusus dari sosok Gus Yahya yaitu English for ulama. Melatih bahasa inggris untuk ulama muda mayoritas dari NU. Yang terbaik saya kirim ke Inggris. Melakukan apa yang dilakukan Gus Yahya yaitu menyampaikan pesan toleransi anti radikalisme dan islam wasathiyah islam tengah islam yang ramah” Jelas Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.

Ridwal Kamil juga memiliki  8 pesantren di jawa barat yang diwariskan dari kakeknya Alm KH Muhyidin Panglima Hizbullah di Subang. Alm Kakek ridwan kamil berpesan kepadanya untuk selalu Bela agama dan bela Negara. (snm)

 

Comments


BERITA POPULER

To Top