​Lamongan, jurnal9.tv – Momentum mendebarkan sekaligus membahagiakan tengah menyelimuti puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nidhomut Tholibin, Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Isak tangis bahagia seketika pecah saat para siswa membuka amplop kelulusan dan melihat hasil perjuangan belajar mereka yang memuaskan.

​Suasana khidmat dan penuh harapan sudah terasa sejak pelaksanaan rapat pleno penentuan kelulusan oleh seluruh dewan guru di ruang pertemuan madrasah pada Selasa (2/6/2026) siang.

​Rapat tersebut digelar sebagai bentuk tanggung jawab akademik pihak madrasah guna mengevaluasi nilai ujian, tingkat kehadiran, serta perkembangan karakter dari 33 siswa kelas enam selama masa pembelajaran.

​Setelah rapat pleno usai, tibalah momen yang paling dinantikan sekaligus mendebarkan. Satu per satu amplop putih berisi lembar pengumuman dibagikan oleh dewan guru kepada para siswa.

​Raut wajah tegang yang semula menyelimuti ruangan sontak berubah drastis menjadi riuh penuh haru. Tangis bahagia langsung pecah setelah seluruh siswa mengetahui bahwa mereka dinyatakan lulus 100 persen dengan prestasi memuaskan.

​Salah satu siswa kelas 6, Asjad Fiqolbi Lillah, mengaku sangat lega. Ia tak kuasa menahan air mata sesaat setelah membuka amplop kelulusannya. Sebelum pengumuman dibuka, ia sempat merasa cemas dan takut jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

​”Sempat takut dan deg-degan sekali, khawatir nilainya tidak bagus atau tidak lulus. Tapi pas dibuka dan tahu kalau lulus, saya langsung menangis karena senang dan bersyukur sekali,” ungkap Asjad sambil menyeka air mata bahagianya, Selasa (2/6/2026).

​Sementara itu, Kepala MI Nidhomut Tholibin, Suroto, S.Ag., menegaskan bahwa momentum kelulusan ini bukanlah akhir dari perjuangan anak didiknya. Ia berharap capaian prestasi ini menjadi gerbang awal bagi para siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan tetap menjaga akhlak mulia.

​”Kelulusan ini adalah awal, sebuah gerbang bagi anak-anak untuk membawa akhlak mulia serta ilmu yang bermanfaat ke tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap mereka tidak cepat puas dan terus memegang teguh nilai-nilai agama di mana pun mereka melanjutkan sekolah,” tutur Suroto.

​Air mata kegembiraan yang tumpah siang itu menjadi bukti nyata dari kerja keras para siswa, serta buah dari dukungan penuh yang diberikan oleh pihak madrasah dan wali murid selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.

​Kini, keluarga besar MI Nidhomut Tholibin siap melepas 33 siswa terbaiknya untuk terbang lebih tinggi demi meraih cita-cita mereka di jenjang yang baru.