kesehatan

Tidak Lagi Produktif dan Lelah Saat Bekerja, Kenali dan Atasi Gejala Burnout

1B643A69-94EA-47A2-B759-AC0D0847477C

SURABAYA, JURNAL9.tv-Stres dan jenuh karena beban pekerjaan (burnout) bisa datang kapan saja dan menghampiri siapa saja. Tenang, jangan panik. Itu bukti bahwa kita masih manusia. Makhluk yang punya akal dan hati.

Atas rekomendasi para ahli kesehatan di seluruh dunia, World Health Organization (WHO) telah menetapkan fenomena burnout atau stres akibat beban kerja sebagai penyakit. Burnout dikategorikan ke dalam ICD (International Classification of Disease) pada Mei 2019.

Sindrom burnout bukan hanya membuat pekerja kehilangan motivasi dan produktifitas saat bekerja. Kondisi terganggunya kesehatan mental yang pekerja alami juga membuat mereka menjadi lebih sensitif, mudah marah, insomnia, sakit kepala bahkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebab munculnya sindrom burnout pada pekerja bisa bermacam-macam. Namun, jika disederhakan ada tiga irisan utama penyebab munculnya kondisi ini.

Pertama, intensitas beban pekerjaan; tekanan pekerjaan yang tinggi; dan ketimpangan distribusi pekerjaan kepada pekerja yang dianggap lebih kompeten. Ketidakberdayaan seseorang menolak pekerjaan dan ketidakmampuan mengontrol pekerjaan membuat seseorang tenggelam dalam perkerjaan, mempengaruhi kesehatan mental mereka dalam bekerja. Bagaikan bom waktu yang bisa meledak kapan saja menjadi penyebab sindrome burnout.

Kedua, ekspektasi terhadap apresiasi hasil kerja yang tak jelas ujungnya. Ditambah ketidakhadiran perusahaan menerima keluhan pekerja membuat seseorang merasa tak menemukan solusi atas apa yang mereka alami. Hal ini lambat laun akan menjadi awal dari gangguan kesehatan kerja.

Ketiga, perasaan negatif dan kehilangan arti pada pekerjaan yang mereka lakukan. Serba mudah dan baik-baik saja tidak membuat seseorang merasa lebih baik. Mengerjakan pekerjaan yang monoton setiap hari tanpa tantangan yang harus ditaklukkan menjadi penyebab sindrome selanjutnya.

Tarik nafas dan berusahalah tenang, lalu mari baca ulasan tim redaksi Jurnal9.tv barangkali dapat membantumu keluar dari masa sulit yang sedang kamu alami.

1. Belajar Katakan Tidak
Apakah kamu selama ini selalu bilang ‘ya’ pada semua pekerjaan? Jika iya, cobalah sesekali katakan tidak bila kamu mulai merasa cukup dengan apa yang kamu kerjakan. Memberikan batasan pada pekerjaan bukan suatu dosa. Ingat, motivasi bekerjamu harus tetap stabil agar tetap produktif. Tolak pekerjaan dengan sopan dan rasional agar hubunganmu dengan atasan tidak menjadi problem selanjutnya di kemudian hari.

2. Mindfulness dan Penuhi Ruang Rasa Serta Pikir dengan Hal Positif
Sindrome burnout yang sedang kamu rasakan tak berawal dari kejadian buruk sehari atau sepekan. Keputusan mengambil kesadaran penuh, me-refresh apa yang terjadi dan mulai memfokuskan diri sambil menerima, mengenali segala emosi, pikiran dan kondisi fisik yang kamu alami untuk akhirnya kembali mengisinya dengan sesuatu yang baru dalam ruang rasa dan pikiran kamu dengan hal positif. Melihat sisi positif pekerjaanmu kembali. Bersosialisasi dengan teman-teman yang memiliki energi positif dan tidak toxic membantumu pulih dari burnout serta keputusasaan dalam bekerja.

3. Jalani Gaya Hidup Sehat
Bila kamu masih tidak cukup ‘pulih’ dengan sikap yang sudah coba kamu ambil dengan berkata tidak pada hal-hal yang diluar batasmu serta mengisi ruangmu dengan hal positif. Cobalah tambahkan dan lakukan gaya hidup sehat dalam check list-mu selanjutnya. Aktivitas hormonal yang seimbang dengan berolahraga teratur dan makan-makanan tinggi nutrisi dapat membantumu memecah kabut mental dan fisikmu untuk kembali memulai lagi.

Semoga bermanfaat.

(eab/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top