Makkah, jurnal9.tv – Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menilai secara umum penyelenggaraan fase Armuzna berlangsung lancar dan mampu memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, berbagai layanan yang disiapkan pemerintah dan petugas di lapangan telah membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
“Secara umum puncak haji berjalan baik. Jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan layanan petugas menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” kata Basir di Makkah, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah keluhan yang muncul selama fase Armuzna sebagian besar bersifat teknis dan dapat segera diatasi oleh petugas. Karena itu, aduan yang muncul tidak sampai mengganggu pelaksanaan ibadah secara keseluruhan.
Meski demikian, Basir mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait kepadatan tenda dan fasilitas sanitasi di sejumlah lokasi penempatan jemaah.
Menurutnya, kondisi tersebut masih menjadi bahan evaluasi, meskipun situasinya dinilai jauh lebih baik dibanding musim haji sebelumnya.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi adalah keberhasilan mempercepat proses pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Data operasional menunjukkan seluruh proses mobilisasi berhasil diselesaikan pada pukul 02.00 dini hari waktu Arab Saudi, lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Sementara proses perpindahan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina juga berlangsung lancar dan tuntas pada pukul 06.20 waktu setempat.
Basir menilai kelancaran tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi antara petugas haji, syarikah, penyedia transportasi, dan otoritas Arab Saudi berjalan semakin efektif.
Selain itu, penerapan program tanazul bagi sebagian jemaah di Mina Zona 5 turut membantu mengurangi kepadatan di kawasan Mina. Skema tersebut dinilai memberikan fleksibilitas sekaligus mendukung kenyamanan jemaah saat menjalankan ibadah.
Meski berbagai kemajuan berhasil dicapai, pemerintah tetap berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh catatan yang muncul selama operasional haji berlangsung.
Basir menegaskan setiap masukan dari jemaah maupun petugas lapangan akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Dengan berakhirnya fase Armuzna, operasional penyelenggaraan ibadah haji kini memasuki tahap pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pemerintah berharap berbagai pembenahan yang dilakukan tahun ini dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan haji yang semakin profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah di masa depan.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




