Lamongan, Jurnal9.tv – Buah dari kesabaran dan ketekunan terpancar jelas dari wajah pasangan suami istri asal Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Mulyono (48) dan Wiwik Mujiyati (43), pasangan penjual ikan keliling ini akhirnya dipastikan berangkat ke Tanah Suci setelah menanti antrean selama 14 tahun.
Kisah mereka menjadi potret nyata bahwa niat suci yang dibarengi ikhtiar tanpa henti akan membuahkan hasil manis. Sejak tahun 2005, keduanya mulai menyisihkan rupiah demi rupiah dari hasil peluh berjualan ikan.
Perjuangan Mulyono dan Wiwik tidaklah instan. Dengan penuh disiplin, mereka menyisihkan penghasilan harian mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Konsistensi ini mereka jaga selama bertahun-tahun hingga akhirnya mampu melunasi biaya pendaftaran haji pada tahun 2012 silam.
“Setiap hari kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil jualan ikan. Alhamdulillah bisa daftar, meskipun harus menunggu lama sampai akhirnya berangkat tahun ini,” ungkap Mulyono dengan nada haru.
Kesuksesan mereka menuju Baitullah tak lepas dari kerja keras selama lebih dari 20 tahun menjadi pedagang ikan. Sebelum menetap di Pasar Krempyeng wilayah Made, pasangan ini sempat melakoni hidup sebagai pedagang ikan keliling menggunakan sepeda.
Meski harus bergelut dengan panas dan bau amis setiap hari, semangat untuk menyempurnakan rukun Islam kelima tak pernah padam.
Menjelang keberangkatan, suasana haru menyelimuti kediaman mereka. Wiwik tak kuasa membendung air mata saat mengenang masa-masa sulit saat harus menabung di tengah kebutuhan hidup yang tidak sedikit.
“Haji ini panggilan. Rasanya campur aduk, terharu, sedih, tapi juga bahagia sekali. Kami sudah siap lahir batin,” tutur Wiwik.
Keberangkatan pasangan penjual ikan ini menjadi pesan dan isnpirasi bagi umat Islam lainnya bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bertamu ke rumah Allah.
Dengan niat yang kuat dan doa yang tak putus, jalan menuju Ka’bah akan selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh.




