ICHST UNU Pasuruan, Kolaborasi Internasional, Belajar Best Practise dari Negara Lain

Pasuruan, jurnal9.tv -Dalam rangka harlah yang kedua, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar International Convention Humanity, Sustainability and Technology (ICHST) 2025 di Ballroom Hotel Ascent Kota Pasuruan. Acara tersebut merupakan konferensi Lintas Negara dan menyajikan pameran produk dari inovasi mahasiswa dan dosen.

Pembukaan ICHST diawali dengan penampilan tari saman dan pemukulan gong.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNU se Indonesia, Asosiasi Program Studi Perbankan se Indonesia, Jajaran PCNU, serta Direktur ARI UiTM dan Associate Professor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Dr. Abu Amar Bustomi, Rektor UNU Pasuruan, menjelaskan bahwa ICHST hadir untuk memberikan solusi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tidak keluar dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Hal tersebut sesuai visi sebagai kampus yang memiliki tagline tentang excellent inklusif technology. Permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan cara berkolaborasi tidak hanya dilingkup nasional, namun meluas hingga internasional.

“Kita harus menyelesaikan ini secara global karena memang sering kali negara tertentu memiliki keahlian di bidang tertentu negara kita memiliki keahlian di bidang tertentu juga. Oleh karena itu melalui ICHST selain kita melakukan conference, juga melakukan exhibition, berikutnya kita akan melakukan resolution. Kegiatan ini tidak hanya cukup kita lakukan saat ini, tapi akan sustainable. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memiliki dampak kepada publik,” imbuh Dr. Abu Amar.

Menurut keterangan Prof Dr. Zuraidah Mohd Sanusi, Director ARI UiTM Malaysia, menjelaskan bahwa hubungan kolaborasi antara UNU Pasuruan bersama Accounting Research Institute (ARI) terjalin bukan baru pertama kali ini. Tapi UNU sudah datang ke ARI beberapa kali.

“Ikatan itu diperkuatkan, diperlebarkan dengan membawa berbagai pihak. Bukan hanya UNU Pasuruan yang telah datang di ARI. Saya rasa itu kekuatan yang ada pada UNU Pasuruan yang patut ditekankan lagi. Kerana efeknya itu bukan di organisasi lain, tapi kepada staff UNU sendiri,” ujar Dr. Zuraidah.

“Kalau boleh fahamkan kenapa berkolaborasi, dia memberi kesan kepada researchnya, publicationnya, inovation yang ada, kepada postgraduate yang memang keperluan S2 atau S3. Jadi bila kita pegang dengan conference internasional yang beginilah, akan lebih mudah untuk dijalankan,” imbuhnya.

“ICHST pasti membawa dampak pada semua pengunjung dan pendengar. Kita mempelajari bebas practice from other countries. Banyak aspek bukan dari segi akademisi tapi juga segi kehidupan. Itu kesan yang dapat dihayati oleh semua audience, tutur Associate Professor Dr. Nor Balkish Zakaria dari UiTM Malaysia, yang juga hadir dalam acara tersebut.

Acara tersebut juga diwarnai penyerahan MOU dengan 76 Universitas baik di dalam maupun luar negeri titik kesepakatan tersebut terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, juga dibuka pameran produk terkait teknologi inklusif dari berbagai pihak, baik perguruan tinggi, komunitas, maupun industri.

Seluruh undangan yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan vote kepada satu dari 12 stand yang ada. Hasil vote tertinggi diraih stand Biologi.

ICHST 2025 diselenggarakan selama beberapa hari. Selain pameran, juga diselenggarakan pemberdayaan masyarakat di Suku Tengger dan penjelasan tentang lingkungan di Ponpes Al-Fitrah.