Sidoarjo, Jurnal9.tv – Festival tahunan “Mahakarya Siswa ke-47 Tahun 2026” yang digelar SMP Wachid Hasjim 9 Sedati, Sidoarjo, sukses berlangsung meriah pada Sabtu (13/6/2026). Mengusung tema “Metamorfosa: Beyond Limits”, gelaran ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga menjadi momentum emosional pelepasan siswa-siswi kelas 9 angkatan 2026.
Acara ini terasa spesial dengan kehadiran Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., yang merupakan alumnus terbaik sekolah tersebut lulusan tahun 1992. Didampingi sang istri, dr. Hj. Sriatun Subandi (Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo sekaligus Anggota DPRD Jatim), kehadiran orang nomor satu di Sidoarjo ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak yayasan.
Turut hadir pula Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran Muspika Kecamatan Sedati.
Kepala Sekolah SMP Wachid Hasjim 9 Sedati, Ahmad Suyudi, S.Pd., menegaskan komitmen institusinya untuk merangkul dan mendampingi seluruh siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Menurutnya, sekolah harus dipandang lebih dari sekadar tempat transfer ilmu akademis.
”Kegiatan ini merupakan wadah ekspresi anak-anak sekaligus ikhtiar kami untuk melakukan show of force kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah lembaga yang tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga memfasilitasi, mendampingi, dan mewadahi totalitas kreasi anak-anak,” ujar Ahmad Suyudi.
Sebagai bentuk apresiasi tahunan, SMP Wachid Hasjim 9 Sedati juga membagikan penghargaan berdasarkan Surat Keputusan (SK) sekolah. Di kategori siswa, penghargaan diberikan kepada peraih peringkat nilai tertinggi akademik dari kelas 7, 8, dan 9. Tak hanya akademis, komitmen religiusitas juga ditunjukkan lewat apresiasi khusus kepada sekitar 7 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an (Tahfidz). Sekolah menerapkan kebijakan progresif berupa reward pembebasan biaya SPP selama satu bulan untuk setiap hafalan 1 juz yang dituntaskan.
Apresiasi tinggi juga menyasar tenaga pendidik. Selain memberikan Tabungan Nasional (Tabanas) bagi guru dan karyawan berprestasi serta staf dengan masa bakti terlama di mana tahun ini mencatat rekor pengabdian hingga 24 tahun sekolah kembali memberikan hadiah utama berupa ibadah umroh ke Tanah Suci bagi satu orang guru berprestasi. Program ini dipastikan akan terus berlanjut demi menjaga performa dan dedikasi mengajar di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, Bupati Sidoarjo H. Subandi memberikan catatan penting mengenai arah pendidikan masa kini. Sebagai alumni, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah.
”Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak. Namun, orang tua tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Karena itu, sekolah dan keluarga harus berjalan bersama,” tegas Subandi.
Ia juga menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi Generasi Z saat ini, terutama terkait dengan masifnya arus digitalisasi dan penggunaan gawai (gadget) dalam kehidupan sehari-hari.
”Anak-anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Karena itu, orang tua harus peduli dan terus mengawasi perkembangan anak-anaknya,” tuturnya.
Menutup arahannya, Bupati Subandi membakar semangat para siswa agar berani bermimpi besar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita, sembari tetap menghormati orang tua. Melalui kolaborasi solid antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, ia optimis Sidoarjo mampu mencetak generasi penerus yang siap menjawab tantangan zaman. (RK)


