Jeddah, jurnal9.tv — Musyrif Dini Haji Indonesia, KH Cholil Nafis, mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilainya berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan untuk memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi jemaah haji Indonesia.
Menurut KH Cholil Nafis, berbagai perbaikan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah telah memberikan dampak positif terhadap kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia secara khusus mengapresiasi kebijakan yang tetap memfasilitasi pelaksanaan Arbain di Madinah. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan spiritual jemaah Indonesia yang memiliki kecintaan besar kepada Rasulullah SAW.
“Alhamdulillah penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih baik. Salah satu yang patut diapresiasi adalah tetap difasilitasinya Arbain di Madinah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan jemaah kepada Rasulullah SAW,” ujar KH Cholil Nafis di Jeddah, Arab Saudi.
Meski demikian, ia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan ruang bagi pelaksanaan Tarwiyah bagi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, ibadah sunnah tersebut memiliki nilai spiritual yang penting dan menjadi harapan sebagian jemaah.
Selain itu, KH Cholil Nafis juga menyoroti pelaksanaan mabit di Muzdalifah. Ia menjelaskan bahwa skema murur yang diterapkan tetap memungkinkan jemaah melaksanakan mabit dengan pendekatan fikih yang telah dipertimbangkan secara matang.
“Jemaah yang mengikuti murur tetap dapat dianggap melaksanakan mabit di Muzdalifah melalui pendekatan fikih yang bersifat taraddudi. Sementara jemaah uzur diberangkatkan setelah tengah malam sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Dalam evaluasinya, KH Cholil Nafis juga menekankan pentingnya pengetatan istita’ah atau kemampuan calon jemaah haji. Menurutnya, kebijakan subsidi yang terlalu besar untuk menekan biaya perjalanan ibadah haji berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima jemaah.
Ia mencontohkan fasilitas tenda di Mina yang masih dapat ditingkatkan apabila tersedia dukungan anggaran yang lebih memadai. Peningkatan tersebut antara lain berupa lokasi tenda yang lebih dekat dengan area Jamarat serta fasilitas yang lebih nyaman bagi jemaah.
“Kalau kualitas layanan ingin terus meningkat, maka aspek istita’ah perlu diperkuat. Dengan dukungan anggaran yang memadai, berbagai fasilitas seperti tenda di Mina dapat ditingkatkan sehingga jemaah lebih nyaman dalam menjalankan ibadah,” katanya.
KH Cholil Nafis berharap evaluasi terhadap penyelenggaraan haji terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, berbagai catatan yang muncul selama musim haji 2026 dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah pada musim haji mendatang.
“Evaluasi harus terus dilakukan agar kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




