‎​Sidoarjo, Jurnal9.tv – Menghadapi situasi perekonomian yang dinamis dan tingginya biaya Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Sidoarjo, H. Subandi,.S.H,M.Kn. bergerak cepat dengan menginstruksikan langkah efisiensi anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD.

‎​Dalam pernyataannya, Subandi menegaskan telah memberikan instruksi langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penghematan anggaran secara masif. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi pembengkakan anggaran daerah.

‎​”Karena perekonomian kita saat ini masih belum menentu dan adanya biaya BBM yang sangat tinggi, kita sebagai pemerintah daerah terus memberikan instruksi kepada Sekda dan semua OPD untuk melakukan efisiensi anggaran,” ujar Subandi saat ditemui usai rapat bersama DLHK di Opsroom pemkab. Senin (8/6/2026).

‎​Salah satu pemicu utama pengetatan anggaran ini adalah tingginya kebutuhan operasional berbasis BBM di sektor pelayanan publik. Subandi mencontohkan, operasional mesin di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon saat ini mengalami kekurangan anggaran BBM yang cukup signifikan.

‎​”Sebagai gambaran, untuk mesin di TPA Jabon saja, kita masih kekurangan anggaran BBM kurang lebih sekitar 30 hingga 34 miliar rupiah. Jika kita tidak berhati-hati dalam mengelola anggaran, tentu akan terjadi pembengkakan,” jelasnya.
‎​
‎​Sebagai bentuk nyata efisiensi, Pemkab Sidoarjo mulai memangkas anggaran konsumsi atau makan-minum (mamin) dalam agenda-agenda kedinasan. Subandi menyebutkan bahwa tradisi menyajikan hidangan prasmanan kini mulai dikurangi.

‎​”Efisiensi ini termasuk untuk anggaran mamin dan lainnya. Sekarang sudah mulai kita rasakan bersama, kalau dulu ada acara coffee morning bisa makan bersama, sekarang formatnya diubah. Sudah tidak ada lagi makan prasmanan yang berlebihan,” tambah Bupati.

‎​Untuk memastikan program penghematan ini berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik, Pemkab Sidoarjo akan menerapkan sistem pemantauan berbasis dashboard digital di setiap OPD.
‎​Sistem ini diharapkan mampu memetakan serta meningkatkan kontribusi dan efektivitas kinerja dari masing-masing instansi.

‎​Meskipun dihadapkan pada pengetatan anggaran, Subandi mengaku optimis dan mengapresiasi loyalitas jajarannya. Ia melihat semangat para ASN di Sidoarjo tetap tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

‎​”Insyaallah, saya melihat teman-teman OPD sekarang semangatnya luar biasa, terutama sebagai pelayan publik untuk membangun Kabupaten Sidoarjo. Prinsipnya, mari kita rasakan efisiensi ini bersama-sama. Enak ya enak bareng, poso ya poso bareng (senang dirasakan bersama, prihatin pun dihadapi bersama),” pungkasnya.(RK)