Madinah, jurnal9.tv, Jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian selama berada di Tanah Suci, khususnya saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi. Imbauan ini disampaikan guna meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan jamaah selama musim haji 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara, Ali Nurohim, mengatakan pihaknya telah menyiagakan sebanyak 60 personel yang disebar di berbagai sektor di Madinah.

“Petugas Linjam hadir selama 24 jam untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi jamaah haji, baik di hotel maupun saat beraktivitas di luar,” ujarnya di Kantor Daker Madinah, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, tugas Linjam tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu jamaah dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk kehilangan atau tertukarnya barang bawaan seperti koper.

Selain itu, petugas juga memberikan pengawalan pada pergerakan jamaah dari hotel menuju Masjid Nabawi dan sebaliknya, guna memastikan perjalanan berlangsung aman.

Ali menegaskan, jamaah tidak perlu khawatir terkait keamanan selama beribadah. Namun demikian, jamaah tetap diminta untuk menjaga keselamatan diri secara mandiri.

Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah tidak bepergian sendirian. Jamaah dianjurkan untuk selalu beraktivitas minimal berdua atau dalam rombongan.

“Kalau terjadi sesuatu, bisa saling membantu. Jangan sampai terpisah dari rombongan,” katanya.

Selain itu, jamaah juga diminta untuk selalu membawa identitas diri, khususnya kartu nusuk, saat keluar dari hotel. Kartu tersebut menjadi dokumen penting dalam pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

“Jangan sampai kartu nusuk tertinggal atau hilang. Ini penting agar jamaah bisa beribadah dengan tenang dan lancar,” ujarnya.

Dengan kesiapan petugas dan kesadaran jamaah dalam menjaga diri, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan khusyuk, terutama menjelang kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia pada 22 April 2026.