Madinah, jurnal9.tv – Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk melayani transportasi jamaah haji Indonesia selama musim haji 2026 di Madinah. Armada tersebut akan digunakan untuk mengangkut jamaah dari bandara menuju hotel maupun untuk mobilitas selama berada di Kota Nabi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan, layanan transportasi tahun ini melibatkan kerja sama dengan 15 perusahaan otobus di Arab Saudi.

“Mayoritas bus yang digunakan adalah tipe coach atau bus besar dengan kapasitas antara 45 hingga 51 penumpang,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya membatasi jumlah jamaah dalam satu bus maksimal 42 orang. Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan kenyamanan serta ruang gerak yang lebih bagi jamaah selama perjalanan.

Menurut Muslih, layanan transportasi haji termasuk dalam kategori antar kota perhajian (AKAP), dengan rute utama dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz menuju hotel-hotel di Madinah.

Ia menjelaskan, alur pergerakan jamaah dari bandara menuju hotel relatif sederhana, dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Koordinasi intensif antara petugas bandara dan tim di sektor hotel menjadi kunci kelancaran proses tersebut.

“Kami melakukan komunikasi tektok dengan pihak bandara. Ketika jamaah sudah diberangkatkan dari bandara, tim di hotel langsung bersiap menyambut,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran layanan, petugas juga menyiapkan berbagai dokumen penting, seperti form kedatangan yang mencatat jumlah jamaah, asal embarkasi, serta kebutuhan armada bus di setiap kloter.

Selain itu, PPIH juga telah mengantisipasi kemungkinan adanya jamaah yang tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi tertentu.

“Jika ada jamaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan tambahan di luar bus utama, seperti kendaraan operasional daker atau minibus coaster untuk penjemputan,” jelasnya.

Dengan kesiapan armada dan sistem koordinasi yang terintegrasi, PPIH berharap layanan transportasi jamaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lancar dan aman, terutama menjelang kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026.