Bangkalan, jurnal9.tv -Warga Pesisir di Desa Ujung Piring, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan Madura meluapkan Uneg-unegnya soal abrasi yang terjadi di lingkungannya. Jika dibiarkan terus, tentu akan mengancam tempat tinggalnya dan mata pencahariannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak hanya itu saja, dalam kesempatan serap aspirasi masyarakat yang digelar oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal, warga juga menginginkan adanya infrastruktur pertanian berupa irigasi.

Menurut pria yang akrab Lora Nasih, saat ini memang musim hujan , sehingga bisa berpotensi abrasi di pesisir laut. Apalagi laut sedang pasang. Lora Nasih menilai curhatan warga ini sangat urgent karena berkaitan dengan pemukimannya.

“Kebetulan kita reses di dekat laut, jadi memang menjadi kebutuhan yang sangat urgen. Tangkis laut, karena memang ketika curah hujan cukup besar, terutama ketika laut juga masang, ” tuturnya.

Politisi asal Partai NasDem itu menyebut, dengan adanya curah hujan yang tinggi, yang dikhawatirkan nanti terjadi banjir sehingga bisa merusak pemukiman-pemukiman warga.

Pemprov Jatim diharapkan memberi perhatian khusus terhadap pemukim di pesisir pantai, seperti halnya di Desa Ujung Piring. Apalagi desa ini adalah daerah yang sulit dijangkau.

“Dan tentu ini menjadi aspirasi yang ya harus bisa diperjuangkan, dan kami berharap pemerintah provinsi melihat kondisi ini, karena daerah di Desa Ujung Piring, dan memang daerah yang agak sulit untuk dijangkau,” ucapnya.

Persoalan lain yang diluapkan warga adalah infrastruktur lumayan rusak, dan akses jalan. Aspirasi masyarakat yang berkaitan infrastruktur harus diperjuangkan agar mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jatim.

“Kita meminta sekali lagi kepada pemerintah provinsi untuk bisa segera realisasikan ini, jangan sampai kemudian kita juga berharap ada bencana yang terjadi,” tambahnya.

Cicit pendiri NU alm KH Syaikhona Kholil itu membeberkan bahwa masyarakat ada yang berprofesi sebagai petani dan nelayan. Dengan begitu, merupakan petani sehingga butuh perhatian dari pemerintah provinsi melalui program irigasi.

“Irigasi itu berkaitan dengan pertanian, masyarakat di sekitar sini emang mayoritas ada petani, karena memang ini terbagi dua, jadi sebelah barat itu adalah laut, kemudian masyarakat petani, jadi memang perlu sekali irigasi itu untuk bisa direalisasikan, pungkasnya.