Surabaya, jurnal9.tv -Dalam upaya mempererat tali silaturahim antar tokoh agama dan meningkatkan sinergitas dalam mengoptimalkan peran masjid, Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Sukolilo menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari Camat, Polsek, dan Danramil, serta para Ketua Ormas Islam. Acara tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Selasa (13/1).
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama penting, seperti Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, dan DMI. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH Moh Mukhrojin, Ketua MUI Sukolilo, menegaskan harapannya agar masjid di Sukolilo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat.

“Kami berharap masjid-masjid di Sukolilo dapat menerapkan 5 Pilar Masjid: Baitullah, Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah. Dengan demikian, masjid akan lebih optimal dalam memberdayakan umat, tidak hanya sebagai tempat untuk salat saja,” ujar KH Mukhrojin dalam sambutannya.
Beliau juga mengusulkan agar kegiatan silaturahim seperti ini dilakukan secara rutin setiap bulan untuk menjaga hubungan yang harmonis antar tokoh masyarakat dan mengoptimalkan fungsi masjid di berbagai aspek kehidupan umat.
Sementara itu, Camat Sukolilo, M. Aries Hilmi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kolaborasi antara umat dan instansi terkait untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kecamatan Sukolilo. “Kami di pemerintahan sangat mendukung dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, agar kita bersama-sama memperkuat keberadaan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” katanya.

Acara ini juga menjadi ajang pengenalan program Sosialisasi Duhur Keliling oleh para penyuluh agama Islam Kecamatan Sukolilo. Program ini merupakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Rabu di masjid-masjid secara bergiliran di seluruh Kecamatan Sukolilo. Ust. Mochammad Abdullah, perwakilan dari KUA Sukolilo, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan selama dua tahun dan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026. “Kami sudah menyiapkan jadwal untuk Duhur Keliling, dan hari ini akan kami edarkan kepada takmir masjid,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memakmurkan masjid. Diharapkan, dengan terjalinnya sinergitas antara masyarakat, pemerintah, dan ormas Islam, masjid di Kecamatan Sukolilo dapat berkembang lebih pesat dan memberi manfaat yang lebih besar bagi umat, menjadikan wilayah ini sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan umat yang lebih produktif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sukolilo.




