Lumajang, jurnal9.tv -Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Lumajang mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang mencatat hanya 97 kasus PMK, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 220 kasus.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Lumajang, Endra Novianto, menyebut penurunan ini tidak lepas dari upaya vaksinasi yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh oleh petugas peternakan. Vaksinasi dilakukan dengan metode door to door ke kandang sapi milik warga.
“Gejala PMK biasanya sering kami temukan mulai bulan November hingga Februari, terutama saat terjadi perubahan musim,” ujar Endra.
Menurutnya, melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkala, imunitas hewan ternak dapat meningkat sehingga mampu melindungi ternak dari serangan virus PMK.
“Alhamdulillah, seluruh wilayah di Kabupaten Lumajang sudah kami lakukan vaksinasi. Mulai dari vaksinasi pertama, revaksinasi, hingga booster kedua. Secara teknis dilaksanakan oleh teman-teman Puskeswan. Kita memiliki empat Puskeswan yang setiap hari terjadwal berkeliling dari desa ke desa,” jelasnya.
Selain PMK, Endra juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini cukup rawan memicu berbagai penyakit ternak, baik pada sapi maupun unggas.
Untuk mencegah penyakit dan serangan virus, ia mengimbau para peternak agar memperhatikan asupan pakan dan minum ternak. Bila perlu, pakan dapat ditambah suplemen seperti vitamin atau bahan alami berupa empon-empon guna meningkatkan daya tahan tubuh hewan.
“Selain itu, kebersihan kandang harus benar-benar dijaga, termasuk sirkulasi udaranya. Saat hujan dan panas bergantian, kelembapan menjadi tinggi sehingga bakteri mudah berkembang di tempat yang lembap,” pungkas Endra.
Dengan upaya pencegahan yang konsisten, DKPP Lumajang berharap kesehatan hewan ternak tetap terjaga dan kasus penyakit menular dapat terus ditekan.(Ard)




