Sidoarjo, jurnal9.tv -Seorang anak perempuan berusia 12 tahun asal Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, mengalami kelainan fisik sejak usia 3 tahun.

‎Kondisi memprihatinkan Nayla Tazkiyah Ramadhani akhirnya menarik perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo. Ketua dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mendatangi langsung kediaman Nayla untuk melihat kondisi anak tersebut yang kian memburuk seiring waktu.

‎Selama hampir satu dekade, Nayla diketahui belum pernah menerima bantuan layanan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tercatatnya nama Nayla dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga menyulitkan proses administrasi dan tindak lanjut bantuan dari pemerintah.

‎Situasi Nayla semakin kompleks lantaran ia telah ditelantarkan oleh kedua orang tuanya yang masing-masing menikah kembali. Saat ini, Nayla tinggal dan dirawat oleh neneknya, Suparni, bersama sang kakak, M. Andika Putra. Andika sendiri diketahui terpaksa putus sekolah saat duduk di bangku kelas II SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga.

‎Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, M. Dhamroni Chudlori, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo agar data kependudukan Nayla segera dilengkapi dan dicatat dalam Kartu Keluarga.

‎“Administrasi kependudukan menjadi kunci utama agar Nayla bisa segera mendapatkan hak-haknya, termasuk akses layanan kesehatan dan bantuan sosial,” ujarnya.Rabu (11/2/2026).

‎Selain itu, Komisi D DPRD juga meminta pihak pemerintah desa untuk segera membawa Nayla ke puskesmas terdekat guna menjalani pemeriksaan medis awal. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan diagnosis penyakit yang diderita Nayla sebelum dilakukan penanganan lanjutan oleh tenaga medis yang lebih kompeten.

‎Sementara itu, Siti Khotimah, bibi kandung Nayla, mengungkapkan bahwa sebelum mengalami penyusutan tubuh secara drastis, Nayla sempat mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang. Saat itu, Nayla sempat dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan tidak menderita penyakit serius dan diperbolehkan pulang.

‎“Setelah kejadian itu, kondisi Nayla perlahan berubah dan badannya semakin menyusut hingga seperti sekarang,” tutur Siti Khotimah.

‎Hingga kini, penyakit yang diderita Nayla masih belum diketahui secara pasti dan memerlukan pemeriksaan medis menyeluruh. Di sisi lain, DPRD Kabupaten Sidoarjo juga mendorong agar kakak Nayla, M. Andika Putra, dapat kembali mengenyam pendidikan melalui program Kejar Paket C sebagai upaya memulihkan hak pendidikan anak.

‎”Kasus Nayla menjadi sorotan sekaligus pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan instansi terkait agar tidak ada anak yang luput dari perhatian dan hak dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” tegas M. Dhamroni.( RK ).

Scroll Untuk Lanjut Membaca