Lamongan, jurnal9.tv -Ratusan siswa dan guru dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Khozainul Ulum, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur, menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan. Pada Rabu (06/01/2026) pagi.
mereka bahu-membahu terjun ke sungai untuk membersihkan hamparan enceng gondok yang menutup akses transportasi warga.
Langkah ini diambil menyusul kondisi jalan poros desa yang sudah tidak memungkinkan untuk dilewati akibat tingginya luapan air banjir dari Sungai Bengawan Jero.
Alhasil, jalur sungai menjadi satu-satunya urat nadi transportasi yang tersisa bagi warga maupun siswa untuk menuju sekolah.
Aksi Guru dan Siswa Menceburkan Diri.
Pantauan di lokasi menunjukkan semangat luar biasa dari para siswa dan tenaga pendidik. Dengan alat seadanya, mereka berjibaku menarik tumpukan enceng gondok yang mengunci aliran air.
Bahkan, tidak sedikit guru dan siswa yang memilih langsung menceburkan diri ke dalam sungai yang berlumpur demi mempercepat proses normalisasi jalur air tersebut.

Ketua LP Ma’arif NU Khozainul Ulum, Ahmad Daman Huri, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bukti kepedulian lingkungan. Mengingat sungai yang menjadi jalur transportasi utama masyarakat saat ini lumpuh total akibat tertutup enceng gondok. Kami ingin memastikan jalur ini bisa kembali digunakan,” ujar Ahmad Daman Huri.
Edukasi Karakter di Tengah Kepungan Banjir meski menguras tenaga dan harus berbasah-basahan, para siswa tampak antusias. Atifah, salah satu siswa MTs yang ikut terjun ke lapangan, mengaku bangga bisa membantu warga desa.
Hal senada diungkapkan oleh Zahiro dan Elsa. Menurut mereka, meski sulit menarik gulma yang sudah menjalar kuat, semangat mereka tidak surut. Mengingat akses darat sudah terputus banjir, kelancaran jalur sungai menjadi harga mati agar mereka bisa tetap berangkat menuntut ilmu.
Selain membantu mobilitas warga, pihak sekolah menjadikan momen ini sebagai sarana edukasi karakter. Siswa diajarkan secara langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem air dan solidaritas sosial di tengah bencana.
Hingga berita ini diturunkan, berton-ton enceng gondok berhasil dievakuasi ke tepian, dan aliran sungai mulai nampak terbuka kembali.



